Article Details

SEGMENTASI DAN PEMODELAN 3D POHON INDIVIDU SECARA OTOMATIS UNTUK MANAJEMEN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN MENGGUNAKAN DATA AWAN TITIK LIDAR DAN FOTOGRAMETRI

Oleh   Kamal Nur Fauzan [25120031]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Agung Budi Harto, M.Sc.;Prof. Ir. Ketut Wikantika, M.Eng., Ph.D.;Dr. Deni Suwardhi, S.T., M.T.;Dr. Budhy Soeksmantono, S.T., M.T.;Dr. Riantini Virtriana, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik Geodesi dan Geomatika
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : awan titik, vegetasi, ruang terbuka hijau, alometrik, biomasa
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 28 Mar 2022

Perubahan lingkungan global merupakan isu yang sedang berlangsung dan telah dibahas secara luas dari berbagai perspektif. Tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap perubahan lingkungan global adalah peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, perubahan siklus adhesi global, dan perubahan tutupan lahan/penggunaan lahan. Peningkatan konsentrasi karbon dioksida banyak terjadi di daerah perkotaan karena daerah perkotaan menyumbang lebih dari 70% emisi karbon dioksida. Pengembangan dan pengelolaan ruang terbuka hijau sangat penting dalam mengatasi masalah lingkungan seperti polusi udara dan pemanasan perkotaan. Pemodelan 3D merupakan salah satu upaya dalam mengelola ruang terbuka hijau. Pada penelitian ini, pemodelan 3D dilakukan pada data titik yang diperoleh dengan metode UAV fotogrametri dan UAV LiDAR. Pemodelan 3D dilakukan secara eksplisit menggunakan metode best fitting pada data awan titik. Penelitian ini menggunakan tiga metode fitting yaitu metode spherical best fitting, metode ellipsoid best fitting, dan metode spherical harmonics best fitting. Metode spherical harmonics best fitting memberikan hasil terbaik dan menghasilkan nilai R2 rata-rata sebesar 0.711. Pada penelitian ini juga dilakukan perhitungan Above-Ground Biomass dari hasil pemodelan menggunakan tiga metode dengan data LiDAR dan Fotogrametri. Perhitungan AGB menggunakan data LiDAR memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan data fotogrametri. Perhitungan AGB menggunakan data LiDAR memberikan error sebesar 2-7% dari hasil validasi lapangan. Perhitungan AGB dengan menggunakan metode spherical harmonics memberikan hasil yang paling mendekati nilai AGB validasi lapangan. Namun untuk keperluan visualisasi dengan area yang tidak terlalu luas, dapat digunakan model 3D dari data fotogrametri menggunakan metode spherical harmonics.