Article Details

PEMBANGUNAN SISTEM PANDUAN EVAKUASI BENCANA GEMPA BUMI DI KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG GANESA

Oleh   Yessy Marie Realita [15114003]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Deni Suwardhi, S.T., M.T.;Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.;Dr. Riantini Virtriana, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geodesi dan Geomatika
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Gempa Bumi, Jalur Evakuasi, Jarak Terdekat
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 6 file
Tanggal Input : 17 Mar 2022

Generic placeholder image
BAB 1 Yessy Marie Realita

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Yessy Marie Realita

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Yessy Marie Realita

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Yessy Marie Realita

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Bandung merupakan salah satu wilayah yang mempunyai penduduk yang cukup banyak, baik yang menetap dalam jangka waktu yang lama maupun dalam jangka waktu yang singkat. Di Bandung terdapat berbagai jalur sesar yang melewatinya dan diketahui terdapat 3 sumber gempa utama. Kampus Institut Teknologi Bandung yang bertempat di Jalan Ganesa berada di tengah kota Bandung. Diperlukan upaya kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak gempa bumi. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang dapat mengantisipasi kemungkinan adanya gempa, salah satunya melalui sistem jalur evakuasi. Sistem jalur evakuasi yang diperlukan harus optimal untuk digunakan dalam proses evakuasi. Dalam pembuatan sistem jalur evakuasi, penggunaan jarak terdekat juga dapat menjadi jalur yang optimum. Dihitung jarak terdekat antara gedung atau ruangan dengan titik kumpul. Namun, pada penentuan jarak terdekat, perlu digunakan syarat-syarat jalur evakuasi bencana gempa bumi yang sesuai. Untuk membuat jalur evakuasi dengan teknologi geospasial digunakan teori graf dengan algoritma Dijkstra sebagai algoritma pencarian jalur terdekat. Hasil akhir dari Tugas Akhir ini berupa sistem panduan evakuasi berupa peta yang berguna untuk memandu setiap orang ketika terjadi gempa. Pada sistem panduan evakuasi, digunakan lima titik kumpul yang telah ditentukan menjadi titik kumpul untuk bencana gempa bumi. Kemudian setiap jalur evakuasi yang menuju ke tiap titik kumpul mempunyai warna yang berbeda untuk mempermudah pembacaan peta.