Article Details

PEMANFAATAN SERAT SABUT KELAPA SEBAGAI PRODUK PENCAHAYAAN (STUDI KASUS PENGRAJIN DESA SIDOAGUNG YOGYAKARTA)

Oleh   Ressa Lintang Indra Bayu [17517050]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Meirina Triharini, S.Ds., M.Ds., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FSRD - Desain Produk
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : Serat sabut kelapa, Keberlanjutan, Potensi, Komunitas pengrajin, Produk pencahayaan.
Sumber :
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 01 Mar 2022

Generic placeholder image
2022 TA PP RESSA LINTANG 1.pdf?

Terbatas
» ITB


Kekayaan material serat alam Indonesia banyak melahirkan ranah potensial inovasi,salah satunya serat sabut kelapa yang telah melekat dengan kebudayaan masyarakat nusantara dan menjadikan material serat alam ini sebagai potensi unggul dalam pemanfaatan & inovasi berkelanjutan karena memiliki komunitas yang meluas dalam perkembangannya,tak terkecuali pada komunitas pengrajin di desa Sidoagung ini,fokus mengembangkan produk pakai dan dekorasi dalam memenuhi kebutuhan maupun selera pasar,namun eksistensi produk dekorasi dan produk pakai yang sempat menguasai pasar domestik cenderung mengalami penurunan drastis hingga keberlangsungan komunitas pengrajin ini terancam. Untuk itu diperlukan sebuah alternatif desain dan inovasi yang mampu memenuhi permintaan pasar dan tren yang terus bergeser, kehadiran serat sabut kelapa mulai mendapatkan peran di dalam kehidupan masyarakat dengan berbagai produk rumah tangga sejak lama,namun tak diimbangi dengan pembaruan dan inovasi yang sama cepatnya dengan perkembangan tren hingga mempengaruhi selera pasar yang menurun terhadap produk serat sabut kelapa yang masih kental akan tradisi dan etnik, dengan alternatif inovasi yang menjanjikan, keberadaan serat sabut kelapa tak hanya memiliki nilai jual bahan mentah untuk keperluan ekspor namun di saat yang sama akan meningkatkan daya saing produk kreatif lokal dan membuka lapangan pekerjaan yang terus meluas.