Article Details

ANALISIS KONSUMSI JUS BUAH SEMANGKA TERHADAP INDIKATOR PEMULIHAN ATLET KARATE PPLP JAWA BARAT

Oleh   GIFRAN RIHLA GIFARKA LATIEF [21720001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Samsul Bari, M.Kes ; Dr. Rini Syafriani, M.Kes.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Keolahragaan
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : jus semangka, l-citrulline, pembersihan laktat, fungsi otot, pemulihan yang dirasakan, kemampuan anaerobik.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 21 Jan 2022

Latar Belakang: Karate merupakan olahraga bela diri yang popular dan sering dimainkan. Pemulihan yang singkat didapatkan atlet karate pada saat pertandingan, sehingga membutuhkan strategi pemulihan yang efektif bagi atlet untuk bisa kembali ke kondisi awal. Penelitian mengenai buah semangka baru-baru ini populer digunakan dalam lingkup olahraga. Semangka dinilai dapat memberikan bantuan ergogenik bagi atlet. Kandungan l-citrulline yang kaya di dalam semangka merupakan modulator aliran darah yang dapat membantu fungsi otot, ketahanan terhadap kelelahan selama latihan, dan proses pemulihan atlet. Sehingga dirasa pemberian konsumsi jus semangka bagi atlet akan memberikan temuan baru khususnya untuk pemulihan atlet. Metode: Penelitian klinis ini dilakukan dengan desain one-way crossover. Subjek penelitian ini yaitu atlet karate PPLP Jawa Barat yang merupakan atlet-atlet pelajar karate terbaik dari setiap daerah yang ada di wilayah Jawa Barat. Nantinya subjek akan melalui dua periode, periode pertama subjek tidak mengonsumsi jus semangka, dan periode kedua subjek mengonsumsi jus semangka selama tujuh hari sebanyak 500ml/hari. Pengambilan data dilakukan berupa pengetesan variabel-variabel indikator kelelahan yaitu, laktat darah untuk mengetahui bagaimana pembersihan laktat darah, countermovement jump untuk mengetahui fungsi neuromuskuler, perceived recovery status untuk mengetahui tingkat pemulihan yang dirasakan, dan kemampuan anaerobik melalui pengetesan running-anaerobic sprint test. Pengukuran dilakukan setelah sampel menjalankan protokol berupa simulasi pertandingan Hasil: Terdapat perbedaan signifikan yang diakibatkan konsumsi jus semangka pada pembersihan laktat SP (sesegera setelah protokol), 5-min setelah protokol, dan 10-min setelah protokol. Perbedaan yang signifikan juga terlihat pada status pemulihan yang dirasakan di mana terdapat perbedaan signifikan setelah konsumsi jus semangka pada SP, 48h setelah dan 72h setelah protokol. Namun tidak terlihat perbedaan signifikan pada nilai countermovement jump dan kemampuan anaerobik atlet setelah konsumsi jus semangka. Kesimpulan: Konsumsi jus buah semangka dapat membantu pemulihan atlet yang berpengaruh pada pembersihan laktat serta status pemulihan yang dirasakan. Namun tidak membantu dalam nilai countermovement jump dan kemampuan anaerobik.