Article Details

ANALISIS NIAT KONSUMEN MENGGUNAKAN DOMPET DIGITAL SELAMA COVID-19 DI INDONESIA

Oleh   Annisa Natasha Marsha [29120187]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prawira Fajarindra Belgiawan, S.T., M.Eng., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : Dompet digital, niat perilaku, analisis komponen utama, kuadrat terkecil parsial, pemodelan persamaan struktural
Sumber :
Staf Input/Edit : Yose Ali Rahman   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2022-01-15 18:42:48

Kemajuan teknologi telah mengubah sistem pembayaran dalam transaksi komersial yang sebelumnya hanya mengandalkan uang tunai, kini berkembang menjadi sistem nontunai yang lebih efisien dan hemat biaya. Bagi banyak orang Indonesia, menggunakan e-wallet untuk mentransfer pembayaran langsung dari rekening bank mereka ke toko menjadi pilihan yang lebih menarik. Namun menurut data yang diperoleh dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Q2 20192020, pengguna Gopay, OVO, DANA, Shopee Pay, dan LinkAja di Indonesia masih rendah, yakni kurang dari 7% dari populasi. Namun dompet digital adalah metode pembayaran pendakian tercepat di Indonesia. Mereka tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 47% hingga 2021. Ini menunjukkan bahwa dompet digital memiliki kekuatan potensial untuk tumbuh di Indonesia. Perusahaan fintech perlu memahami faktor apa saja yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mengadopsi atau menggunakan dompet digital dan mengetahui strategi yang dapat membantu meningkatkan jumlah pengguna dompet digital di Indonesia. Pada dasarnya, penelitian ini menggunakan UTAUT dan UTAUT 2, serta dua jurnal lainnya untuk menyusun modelnya. Jadi variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, kondisi fasilitasi, nilai harga, inovasi, dan keamanan teknologi. Selain itu, seiring merebaknya pandemi COVID-19, pemerintah di banyak negara mengambil langkah untuk mendorong pembayaran nirsentuh. Jadi, risiko yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, dan dukungan pemerintah ditambahkan sebagai konstruksi dalam model. Setelah mengumpulkan 100 data kuesioner, dilakukan pengujian principal component analysis (PCA) menggunakan SPSS dan model outer dan inner research diuji menggunakan metode SEM-PLS. Berdasarkan hasil PCA, dari 11 variabel dan 28 indikator dikurangi menjadi 8 variabel dan 26 indikator. Model bagian dalam diuji menggunakan uji T ditemukan bahwa risiko yang dirasakan dan dukungan pemerintah mempengaruhi manfaat yang dirasakan. Kemudian, harapan kinerja, nilai harga, dan manfaat yang dirasakan mempengaruhi niat untuk menggunakan dompet digital/ewallet. Berdasarkan variabel-variabel tersebut, disusun beberapa rekomendasi atau strategi yang dapat diberikan.