Article Details

ANALISIS BEBAN RUNTUH SEBAGAI ACUAN KEBUTUHAN PENYANGGA DI TAMBANG BAWAH TANAH GUDANG HANDAK UBPE PONGKOR PT ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK

Oleh   Niken Tri Ayuning [-]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Syafrizal dan Muhammad Arbiansyah
Jenis Koleksi : Prosiding
Penerbit : Lain-lain
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : Baji, beban runtuh, ketidakstabilan bawah tanah, massa batuan, penyanggaan
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani  
File : 4 file
Tanggal Input : 2022-01-14 14:40:43

Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. adalah salah satu perusahaan tambang bawah tanah milik negara dengan metode penambangan cut and fill. Permasalahan berkaitan dengan karakteristik batuan menjadi masalah ulama pada metode penambangan ini. Sehingga diperlukan suatu jaminan bahwa lubang bawah tanah yang dihuat tetap dalam keadaan stabil. Untuk mengatasi ketidakstabilan lubang bukaan di area penambangan Gudang Handak, maka diperlukan sistem penyanggaan. Agar dapat memberikan rekomendasi penyanggaan yang tepat, terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap beban runtuh yang akan disangga. Kemudian dibuat suatu acuan penyanggaan untuk area penambangan Gudang Handak yang diharapkan dapat menghasilkan penyanggaan yang optimum ditinjau dari aspek geoteknik. Penelitian dilakukan di dua lokasi stope produksi dan satu akses development yang masih aktif ditambang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi penyangga sesuai dengan potensi beban runtuh di atap lubang bukaan, baik untuk runtuhan baji maupun runtuhan massa batuan. Runtuhan baji dianalisis dengan bantuan perangkat lunak Unwedye 3.0, Runtuhan massa batuan dianalisis dengan klasifikasi RMR, O-System dan perangkat lunak Examine 2D, Hasil beban runtuh dengan analisis runtuhan baji yang mungkin terjadi sebesar 39,03 ton sampai 117,29 ton, sedangkan beban runtuh massa batuan yang mungkin terjadi berdasarkan metode empiris sebesar 20,61 ton sampai 27,78 ton dan berdasarkan metode numerik sebesar 5,39 ton sampai 13,43 ton. Rekomendasi penyangga berdasarkan hasil analisis runtuhan baji yaitu Mechanical Anchored Fricrion 1,7 m dengan spasi 1 m x 1 m. Rekomendasi penyanggaan berdasarkan hasil analisis runfuhan massa baruan yaitu Friction Bolt 1,4 m dengan spasi J,8inx1,8m sampai dengan Friction Bolt panjang 1,4m dengan spasi 1,3mx1,3m menggunakan penyangga tambahan berupa H-Beam (I set).