Article Details

KAJIAN IN SILICO AKTIVITAS ANTIKANKER SIKLIK DIARILHEPTANOID DARI GARUGA PINATA (BURSERACEAE)

Oleh   Nur Cahyaningrum [10517101]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Lia Dewi Juliawaty, M.S.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : Garuga pinnata, siklik diarilheptanoid, antikanker, molecular docking
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Latifa Noor
File : 1 file
Tanggal Input : 14 Jan 2022

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya hayati, di antaranya adalah tumbuhan obat. Garuga pinnata (Burseraceae) merupakan salah satu tumbuhan obat di Indonesia yang dilaporkan memiliki beragam bioaktivitas, salah satunya adalah antikanker. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rohaeni pada tahun 2021, Garuga pinnata Indonesia dilaporkan mengandung senyawa utama kelompok siklik diarilheptanoid. Senyawa tersebut meliputi 9’-desmetilgarugamblin I, garuganin I, garuganin III, GP3, GP8, garuganin II, Gf-3, dan alnusdiol. Pada penelitian ini, telah dilakukan kajian potensi inhibisi delapan senyawa tersebut sebagai antikanker secara in silico. Simulasi molecular docking dilakukan terhadap senyawa-senyawa tersebut dan dibandingkan dengan senyawa siklik diarilheptanoid dengan kerangka yang mirip yaitu mirikanon (tipe difenil eter) dan acerogenin B (tipe bifenil). Acerogenin B dan mirikanon masing-masing telah dilaporkan dapat menginhibisi sel HL60 (kanker leukemia promielosit akut) dan A549 (kanker paru-paru adenokarsinoma). Protein target terkait kanker pada penelitian ini adalah c-Met (kanker leukemia promielosit akut) dan RARA (kanker paru- paru adenokarsinoma). Program yang digunakan untuk molecular docking adalah Autodock Vina, dilanjutkan dengan re-scoring menggunakan server farPPI. Program LigPlot++ dan PyMol 2.5.1 digunakan untuk memvisualisasikan interaksi protein dan ligan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa GP3 menunjukkan potensi inhibisi terbaik terhadap RARA dan c-Met dengan nilai MM/PBSA sebesar ?30,45 kkal/mol dan ?19,66 kkal/mol. Analisis ini menunjukkan bahwa senyawa GP3 berinteraksi dengan tiga residu kunci RARA (Ser232, Ile270, dan Val395) dan satu residu kunci c-Met (Tyr1230). Oleh sebab itu, senyawa GP3 dapat menjadi kandidat inhibitor c-Met dan RARA.