Article Details

STRATEGI KEBERLANJUTAN UPAYA REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG KAPUR (KASUS PASAR EKOLOGIS ARGOWIJIL, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

Oleh   Marini Adani [21317302]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Mulyaningrum, S.Hut., M.Si.;Dr. Ir. Endang Hernawan, M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SITH - Biomanajemen
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : lahan pasca tambang, reklamasi, status keberlanjutan, Pasar Ekologis Argowijil
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-12-28 14:51:37

Reklamasi merupakan satu tahapan yang wajib dilakukan setelah proses eksploitasi bahan mineral dari alam. Salah satu program reklamasi yang telah dilakukan yaitu pembangunan Pasar Ekologis Argowijil (PEA) di lahan pasca-tambang batu karst di Desa Gari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini penilaian dampak upaya reklamasi baru diketahui kemajuan lingkungannya saja. Untuk dampak sosial dan ekonomi, belum dianalisis kemajuan pasca pemulihan lahan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengevaluasi keberhasilan upaya reklamasi lahan pasca tambang batu karst Desa Gari secara lingkungan, (2) menganalisis keberlanjutan PEA sebagai kawasan reklamasi lahan pasca tambang di Desa Gari ditinjau dari aspek kemajuan lingkungan, aspek peningkatan perekonomian, dan juga aspek sosial masyarakat yang berperan di PEA, dan (3) menyusun strategi keberlanjutan PEA melalui analisis SWOT. Metode pengambilan data yang dilakukan antara lain observasi, kuesioner, wawancara, dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi tanah di PEA memiliki tekstur lempung dan lempung liat berpasir, nilai bulk density berkisar 1,26-1,49 gram/cm3 yang baik bagi pertumbuhan tanaman maupun digunakan untuk lahan pertanian. Status keberlanjutan upaya reklamasi PEA adalah ‘Berkelanjutan’ dengan skor 88,96%. Strategi yang disarankan dalam meningkatkan kualitas lingkungan maupun sosial-ekonomi di PEA adalah memberdayakan masyarakat lokal dan pendatang untuk berpartisipasi dalam kegiatan PEA seperti budaya menggunakan tas belanja non-plastik, pelatihan kewirausahaan yang menghasilkan produk khas Argowijil, membangun Bank Sampah, membangun fasilitas umum penunjang di PEA, dan meminta dukungan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap pengelolaan PEA.