Article Details

PENDEKATAN DIALEKTIK DALAM PROSES EXTENDED URBANIZATION : STUDI KASUS KAWASAN AGROINDUSTRI PERKEBUNAN SAWIT SEI MANGKEI

Oleh   Isnu Putra Pratama [35418301]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ibnu Syabri, B.Sc., M.Sc., Ph.D.;Prof. Ir. Haryo Winarso, M.Eng., Ph.D.;Prof. Dr. Delik Hudalah, S.T., M.T., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit : Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek :
Kata Kunci : Industrialisasi Perdesaan, Urbanisasi, Planetary Urbanization, Extended Urbanization, Perkebunan Kelapa Sawit
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 24 Des 2021

Pembahasan tentang extended urbanization menganggap akumulasi melalui pengambilalihan lahan masyarakat sebagai instrumen kunci untuk menanamkan dominasi logika urban - industrial ke dalam wilayah yang sebelumnya disebut perdesaan. Penelitian ini berpendapat bahwa extended urbanization juga dapat dihasilkan tanpa pengambilalihan fisik lahan masyarakat, seperti yang digambarkan oleh studi kasus Sei Mangkei, sebuah kawasan agroindustri kelapa sawit di Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memanfaatkan berbagai data hasil interview dan observasi lapangan untuk membantu dalam proses analisanya. Proses akumulasi extended urbanization terjadi melalui proses sentralisasi kapital yang ada pada kebijakan pertanian kontrak daripada privatisasi sebagai instrumen untuk menangkap produktivitas lahan petani kelapa sawit. Dengan demikian, masyarakat yang menjadi petani sawit di industri kelapa sawit bukanlah menjadi korban pengambialihan lahan, namun mereka adalah bagian integral dari kapitalisme industri skala global. Selain itu, alih-alih didominasi hanya oleh kapitalisme industri, extended urbanization dalam ruang agroindustri sawit juga diproduksi dan direproduksi oleh peran esensial berbagai norma sosial dan praktik kehidupan masyarakat lokal. Fenomena ini dapat terjelaskan karena penelitian ini berusaha melihat proses multiskala extended urbanization secara dialektik tanpa mengutamakan dominasi skala tertentu baik structural forces skala global maupun praktik keseharian masyarakat skala lokal.