Article Details

UJI STABILITAS KURKUMIN DARI SEDIAAN KAPSUL YANG MENGANDUNG CAMPURAN EKSTRAK TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB.) DAN JATI BELANDA (GUAZUMA ULMIFOLIA LAMK.VAR.TOMENTOSA SCHUM)

Oleh   Nurul Hidayati [10706031]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. apt. Saleh Wikarsa, S.Si., M.Si., DEA; Prof. Dr. Elin Yulinah;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : -
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-12-20 14:51:05

Rimpang temulawak mengandung berbagai senyawa kimia diantaranya adalah kurkumin yang stabilitasnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan kurkumin melalui uji stabilitas dipercepat. Serbuk simplisia temulawak dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96 % selama 4 hari dengan penggantian pelarut setiap 24 jam. Ekstrak etanol temulawak yang diperoleh dipekatkan dengan rotary vaporator. Sementara itu, serbuk simplisia jati belanda diekstraksi melalui pembuatan infusum. Ekstrak jati belanda yang didapat dikeringkan dengan freeze dryer. Ekstrak temulawak dan ekstrak jati belanda ini dicampurkan dengan perbandingan 1 : 1. Kedalam campuran ekstrak ini ditambahkan Avicel dengan perbandingan 1 : 1 dan aerosil sebanyak 2 %. Campuran serbuk ini digranulasi basah dengan penambahan pasta amilum sebagai larutan pengikat. Granul yang diperoleh dimasukkan ke dalam cangkang kapsul berukuran 00. Kapsul dimasukkan ke dalam climatic chamber untuk uji stabilitas dipercepat pada suhu 40 o C ± 2 o C dan kelembaban 75 % ± 5 % dengan frekuensi pengujian yakni pada : 0 hari; 2 minggu; 1 bulan; 1,5 bulan; 2 bulan. Uji stabilitas kapsul meliputi penampilan fisik kapsul, kadar lembab, waktu hancur, disolusi dan kadar kurkumin dalam kapsul. Kurkumin mengalami penguraian 21 % pada waktu pengujian 2 bulan. Ekstrak temulawak merupakan senyawa yang higroskopis karena mengalami peningkatan kadar lembab sebanyak 9,76% dari kadar lembab awal pada waktu pengujian 2 bulan. Hasil uji stabilitas dipercepat menunjukkan bahwa kurkumin tidak stabil.