Article Details

FORMULASI DAN EVALUASI IN VITRO MIKROEMULSI A/M KOMBINASI KAFEIN DAN EKSTRAK ETANOL PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) SEBAGAI ANTISELULIT

Oleh   Maya Destira [10707010]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Tri Suciati, M.Si.;Prof. Dr. Irda Fidrianny, M.Si.;Dr. Sasanti Tarini, M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : -
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-12-20 13:47:10

Selulit merupakan permukaan kulit bergelombang, kasar, dan tidak rata yang menyerupai kulit jeruk yang terjadi pada kulit wanita dewasa. Selulit disebabkan akibat perubahan matriks interstisial yang menyebabkan penumpukan adiposit dan penurunan mikrosirkulasi dalam darah. Kafein dapat menghambat enzim fosfodiesterase sehingga dapat meningkatkan proses lipolisis. Asiatikosida dari pegagan (Centella asiatica) terbukti dapat meningkatkan mikrosirkulasi dalam darah. Selulit terjadi pada lapisan hipodermis, sehingga dibutuhkan sistem penghantaran zat aktif yang memiliki penetrasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sediaan mikroemulsi kombinasi kafein dan ekstrak etanol herba pegagan sebagai antiselulit. Formula mikroemulsi menggunakan VCO sebagai fasa minyak, air, etanol dan gliserin sebagai kosurfaktan, Croduret 50 SS sebagai surfaktan, metil paraben, dan propil paraben sebagai pengawet. Optimasi formula meliputi optimasi basis mikroemulsi, yaitu perbandingan kosurfaktan, kosurfaktan dan surfaktan, serta jumlah fasa air. Hasil optimasi ini dibuat ke dalam diagram pseudoternary. Formulasi basis yang tepat untuk membentuk miroemulsi A/M digunakan untuk menghantarkan kafein dan ekstrak etanol pegagan. Evaluasi mikroemulsi meliputi evaluasi organoleptik, pH, viskositas, penentuan ukuran globul, uji stabilitas fisik menggunakan sentrifugasi dan metode freeze-thaw, penentuan kadar kafein dalam sediaan, dan penentuan kadar asiatikosida di dalam ekstrak dan sediaan. Dilakukan uji secara in vitro penetrasi perkutan mikroemulsi menggunakan sel difusi Franz dengan membran kulit ular. Mikroemulsi yang dihasilkan berwarna hijau jernih, viskositas 1729,28 ± 46,09 cPs, pH 5,72 ± 0,06. Tidak ada perubahan bermakna secara statistik terhadap organoleptik, viskositas selama penyimpanan 28 hari di suhu ruang, dan pH sediaan berada pada rentang 5,5 - 6,2. Berdasarkan hasil sentrifugasi 3750 rpm selama 5 jam, tidak terjadi pemisahan fasa. Pada uji freeze-thaw peningkatan ukuran globul yang terjadi tidak berbeda signifikan secara statistik dan masih memiliki penampilan yang jernih. Diameter globul rata-rata adalah 19,11 nm. Kadar kafein dalam sediaan adalah 0,478 ± 4,5.10 -3 %. Kadar asiatikosida dalam ekstrak kental pegagan adalah 5,79 ± 0,059% dan kadar asiatikosida dalam sediaan adalah 0,11 ± 1,12.10 -3 %. Hasil uji in vitro sediaan diperoleh jumlah kumulatif kafein terpenetrasi selama 8 jam adalah 293,89 ± 118,89 µg.cm -2 atau 67,27 ± 27,21 %. Mikroemulsi A/M kombinasi kafein dan ekstrak etanol pegagan yang stabil dapat diformulasikan dengan menggunakan aquades 10%, Croduret 50 SS 35%, etanol 7%, gliserin 28%, kafein 0,5%, ekstrak etanol pegagan 2%, metilparaben 0,2%, propilparaben 0,022%, ad VCO hingga 100%, dan diharapkan memiliki potensi sebagai antiselulit.