Article Details

GEOLOGI DAN PEMODELAN RESERVOIR STATIS INTERVAL PARASIKUEN A (FS-4) DAN B (FS-5), FORMASI TALANG AKAR, LAPANGAN MIR, CEKUNGAN ASRI, SUMATERA BAGIAN TENGGARA

Oleh   Muhammad Iqbal Ramadhan [12017041]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Dwiharso Nugroho, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Cekungan Asri, Formasi Talang Akar, karakterisasi reservoir, pemodelan reservoir statis
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-11-25 15:48:36

Lapangan MIR merupakan antiklin tersesarkan yang terletak pada back arc basin berumur Tersier, Cekungan Asri, Sumatera bagian tenggara. Lapangan MIR pertama kali dilakukan pengeboran sumur eksplorasi pada tahun 1988 tepatnya pada reservoir batupasir Formasi Talang Akar. Penelitian terdahulu belum mengintegrasikan data sumur dan data seismik 3D untuk pengidentifikasian persebaran reservoir, sehingga karakterisasi dan pemodelan reservoir menjadi salah satu upaya yang tepat untuk memahami distribusi reservoir pada Lapangan MIR. Penelitian dilakukan pada reservoir yang terdapat di interval parasikuen A (FS-4) dan B (FS-5) dimana merupakan dua dari enam reservoir produktif di Lapangan MIR. Penelitian ini bertujuan untuk pengkarakterisasian dan pemodelan reservoir dengan mengintegrasikan data deskripsi batuan inti, log tali kawat, biostratigrafi, uji sumur, dan seismik 3D. Metode yang digunakan meliputi analisis fasies, biostrat, dan lingkungan pengendapan; stratigrafi sikuen; pemetaan struktur kedalaman; geometri reservoir; pemodelan fasies dan petrofisika; dan estimasi cadangan hidrokarbon di tempat. Interval parasikuen A (FS-4) dan B (FS-5) terdapat sembilan fasies yaitu, Sm, Spo, Sh, SFl, SFh, Flh, Fln, Fm, dan C. Interval A (FS-4) menunjukkan lingkungan pengendapan fluvial dengan 3 asosiasi fasies yaitu, fluvial channel, floodplain, swamp. Sedangkan pada interval B (FS-5) menunjukkan lingkungan pengendapan fluvio-tide delta dengan 3 asosiasi fasies yaitu, distributary channel, tidal flat, dan swamp. Data biostratigrafi berupa kemunculan akhir fosil polen berumur Oligosen Akhir dan kemunculan awal fosil foraminifera berumur Miosen Awal menunjukkan perubahan lingkungan pengendapan secara gradual dari terestrial menjadi transisi. Geometri reservoir dan distribusi fasies reservoir digambarkan pada analisis geometri, stratigrafi sikuen, dan seismik tiga dimensi yang menunjukkan arah pengendapan dengan trend barat laut – tenggara. Struktur utama pada Lapangan MIR berupa antiklin yang tersesarkan berarah barat daya – timur laut. Stratigrafi Sikuen interval reservoir A (FS-4) dan B (FS-5) pada Formasi Talang Akar secara dominan tersusun oleh parasikuen dengan pola stratigrafi menghalus ke atas dengan pola penumpukan retrogradasi yang menandakan proses transgressive system tract yang dominan. Reservoir A (FS-4) dengan asosiasi fasies fluvial channel memiliki lebar ±250 m sedangkan reservoir B (FS-5) dengan asosiasi fasies distributary channel memiliki lebar ±275 m. Analisis properti petrofisika menghasilkan nilai batas pancung untuk volume serpih 0,696; porositas efektif 0,08; dan saturasi air 0,552. Kedua reservoir memenuhi nilai batas pancung yang memiliki potensi kandungan hidrokarbon berupa minyak. Pemodelan reservoir statis dilakukan untuk memodelkan fasies dan petrofisika serta mengestimasi cadangan hidrokarbon di tempat. Hasil estimasi cadangan menunjukkan jumlah cadangan hidrokarbon di tempat pada reservoir A (FS-4) sebesar 28,1 MSTB dan Reservoir B (FS-5) sebesar 121,1 MSTB.