Article Details

PRINSIP DESAIN RUANG TERBUKA PUBLIK KAWASAN SITU-FRONT CITY CIBINONG PASCA PANDEMI COVID-19

Oleh   Aditya Darmarastra Rudiawan [25619001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.-Ing. Ir. Heru Wibowo Poerbo, MURP.;Medria Shekar Rani, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Rancang Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : prinsip, desain, Situ-front City, Cibinong, COVID-19
Sumber :
Staf Input/Edit : Perpustakaan Prodi Arsitektur  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-11-17 09:41:29

Konsep Situ-front City (SFC) merupakan ide untuk menjadikan danau sebagai poros dan daya tarik utama. SFC merupakan model pengembangan kawasan terpadu yang mengutamakan prinsip keberlanjutan di Kecamatan Cibinong. Dengan positioning sebagai Integrated City Centre, SFC akan berperan sebagai katalis pembangunan yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melestarikan keberagaman hayati, penyediaan fasilitas umum dan sosial, dan juga berperan sebagai identitas kota. Salah satu elemen penting yang menjadi poin utama dalam perancangan Kawasan SFC adalah ruang terbuka publik yang tersebar di seluruh kawasan. Namun dengan terjadinya pandemi global COVID-19, terjadi hambatan dalam pelaksanaan implementasi pembangunan Kawasan SFC, merubah perilaku masyarakat, serta prinsip perencanaan dan perancangan kawasan. Sehingga implementasi pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) di Kawasan SFC harus mempertimbangkan adaptasi kebiasaan baru yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prinsip desain Ruang Terbuka Publik pada Kawasan Situ-Front City Cibinong pasca pandemi COVID-19. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif, yaitu penulis berusaha memahami fenomena terkait aspek penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pasca pandemi COVID-19 pada lokasi studi. Terdapat 2 tahap penelitian pada studi ini, dimana pada tahap pertama penulis melakukan observasi lapangan, wawancara dengan para ahli yang berhubungan dengan implementasi Kawasan SFC dan perumusan prinsip normatif. Tahap selanjutnya adalah melakukan pendetailan pada setiap elemen, kriteria, dan indikator desain berdasarkan hasil penelitian tahap pertama. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi desain diantaranya: program ruang yang atraktif namun tetap adaptif dengan penerapan teknologi terbaru dan berkelanjutan serta aksesibilitas yang mendukung protokol kesehatan, namun tetap tidak melupakan implementasi identitas lokal dan elemen air sebagai daya tarik utama kawasan.