Article Details

PERANCANGAN KORIDOR KOMERSIAL BERBASIS KUALITAS VISUAL RUANG JALAN (STUDI KASUS: JL. KHZ. MUSTOFA KOTA TASIKMALAYA)

Oleh   Inayatul Fuadah [25618013]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Mochamad Prasetiyo Effendi Yasin, M.Arch., MAUD;Dr. Ir. Denny Zulkaidi, MUP.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Rancang Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : koridor komersial, kualitas visual, Jl. KHZ Mustofa, Kota Tasikmala
Sumber :
Staf Input/Edit : Perpustakaan Prodi Arsitektur  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-10-19 10:27:12

Kualitas visual ruang jalan memiliki peran terhadap ruang perkotaan dan dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Pengalaman estetika visual yang baik secara psikologis menciptakan tindakan dan pemikiran positif. Meningkatkan kualitas visual tidak terlepas dari peningkatan kondisi fisik ruang jalan. Kondisi fisik di koridor perancangan memiliki persoalan visual yang tidak nyaman. Persoalan perancangan terkait kualitas visual di Jl. KHZ Mustofa yang dapat diidentifikasi adalah ruang jalan yang tidak nyaman, tidak berpihak kepada pejalan kaki, dan tidak ada harmonisasi ruang jalan yang menarik. Adapun persoalan bukan perancangan yang teridentifikasi adalah kurangnya minat pejalan kaki, dominasi pengguna kendaraan, kemacetan dan pejalan kaki tidak dapat menikmati aktivitas di dalam koridor perancangan. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang Jl. KHZ Mustofa berbasis kualitas visual ruang jalan dan menguji tingkat kualitas sebelum dan sesudah perancangan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode fragmental proses dengan tahap pengumpulan data, analisis data, penyusunan prinsip, konsep dan simulasi perancangan. Simulasi perancangan dinilai oleh pengguna jalan untuk mengetahui tingkat kualitasnya melalui survey persepsi responden. Kriteria perancangan berbasis kualitas visual yang diterapkan di Jl. KHZ Mustofa adalah sebagai berikut: imageability, enclosure , continuity, humanscale, dan openness. Penilaian masyarakat terhadap perancangan menujukan nilai yang baik terutama pada penilaian kualitas continuity dan enclosure. Sebanyak 95,6% responden merespon kualitas rasa keterlingkupan, keterbacaan ruang jalan, dan kenyamanan dan keamanan trotoar menjadi lebih baik. Secara keseluruahan, berdasarkan lima kriteria perancangan tersebut dapat menyelesaikan persoalan kualitas visual meliputi; ruang jalan lebih rapi, kualitas jalur pejalan yang lebih baik meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki, ruang jalan dapat dinikmati oleh seluruh pengguna jalan, pengguna jalan menjadi lebih tertarik melakukan aktivitas jalan kaki, dan penataan parkir badan jalan dapat mengurangi kemacetan.