Artikel Terbaru

PERANCANGAN KAWASAN RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN RW DENGAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: RW 08 KELURAHAN SEMPER BARAT, CILINCING, JAKARTA UTARA)

Oleh   Ahmad Kornianto [15416042]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Teti Armiati Argo, M.E.S, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : ruang terbuka hijau, taman rukun warga, rukun warga 08 semper barat, protokol kesehatan, covid-19
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 8 file
Tanggal Input : 2021-10-08 16:24:14

Ruang Terbuka Hijau merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan sebuah kota, ruang terbuka hijau juga digunakan sebagai wadah untuk masyarakat melakukan interaksi seperti olahraga, bermain, dan bersosialisasi. Rukun Warga (RW) 08 Kelurahan Semper Barat merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, namun belum tersedianya Ruang Terbuka Hijau sebagai salah satu kebutuhan ruang di wilayah tersebut, ditambah dengan pandemi covid-19 yang mewajibkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Tujuan ini adalah menghasilkan arahan perancangan berupa kawasan Ruang Terbuka Hijau dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perancangan akan memperhatikan karakteristik, potensi dan persoalan lingkungan serta prinsip perancangan dalam penyediaan sarana ruang terbuka hijau berupa Taman RW. Metode perancangan yang digunakan adalah fragmental method dan pengolahan data secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi, serta wawancara secara terbatas dengan stakeholder yang terkait. Dari hasil survei dan analisis yang telah dilakukan maka menghasilkan arahan perancangan Ruang Terbuka Hijau Taman RW 08 di Kelurahan Semper Barat dengan protokol kesehatan dengan visi yaitu “The New Normal Open Space with healthy & Integrating Area” pada masa pandemi covid-19. Taman RW yang dirancang nantinya akan memiliki nilai integrasi dan kesehatan sebagai ruang terbuka hijau ‘normal yang baru’ pada masa pandemi covid-19.