Artikel Terbaru

POTENSI PENERAPAN SUSTAINABLE DRAINAGE SYSTEM SEBAGAI UPAYA MITIGASI BANJIR DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK KELURAHAN CIBADAK KOTA BANDUNG

Oleh   Nafisa Aliyya Melita [15417119]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Saut Aritua Hasiholan Sagala, S.T., M.Sc., Ph.D.;Arini Murwindarti, S.Si., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : Permukiman Padat Penduduk, Bencana Banjir, Sungai Citepus, Sustainable Drainage System, Rainwater Harvesting System, Swale, Porous Paving Material
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 2021-09-29 09:03:24

Kota bandung adalah kota metropolitan dengan tingkat urbanisasi yang tinggi. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Kota Bandung (2018) dari tahun 2014 hingga 2018 jumlah penduduk Kota Bandung selalu meningkat tiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan penduduk mencapai 0,50 % di tahun 2014. Masyarakat yang tinggal di pemukiman padat penduduk memiliki kerentanan tinggi akan bencana, salah satunya adalah bencana banjir. Sustainable Drainage Systems (SuDS) adalah salah satu Nature-Based Solutions yang digagas oleh IUCN sebagai jawaban untuk menyelesaikan permasalahan air permukaan di suatu daerah secara berkelanjutan dan berbeda dengan praktik konvensional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung pada bulan Mei-Agustus 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penerapan konsep SuDS di permukiman padat penduduk Kelurahan Cibadak. Dilakukan identifikasi karakteristik banjir, identifikasi kesesuaian penerapan SuDS, dan perumusan desain penerapan SuDS di Kelurahan Cibadak sebagai sasaran spesifik. Digunakan dua metode kualitatif yaitu pengumpulan data dan pengolahan data. didapatkan kondisi banjir di Kelurahan Cibadak hanya terjadi pada RW yang dilewati oleh Sungai Citepus (RW01, RW02, RW03, RW06, RW07, RW08) dengan penyebabnya adalah pendangkalan sungai akibat sampah dan limbah rumah tangga, alihfungsi tanah resapan menjadi rumah, dan banjir dan sampah kiriman dari daerah hulu. Didapatkan luas genangan yang mencapai 0.3 km²,tinggi genangan air 40cm-2m, lama banjir 1-5jam, dan terjadi 6 kali dalam satu tahun saat musim hujan. Curah hujan termasuk dalam kategori normal (103mm/tahun), intensitas curah hujan 109.49mm/jam pada drainase sekunder dan 196.31mm/jam pada drainase tersier. System drainase berupa campuran dari drainase alamiah dan drainase buatan, terletak di permukaan tanah dan percampuran dari saluran terbuka dan tertutup. Kegunaan drainase bersifat multipurpose yang berperan sebagai pengalir air hujan dan air limbah greywater. Luas penampang saluran drainase 800cm² untuk drainase sekunder dan 450 cm² untuk drainase tersier dan kecepatan aliran 0.4-0.6m/detik. Didapatkan kondisi Sungai Citepus memiliki ketinggian air 20-50cm saat musim kemarau dan 5 meter saat musim hujan dengan air sungai berwarna keruh, berbau, dan terdapat sampah. Kegiatan di sekitar Sungai Citepus mayoritas adalah permukiman dengan pondasi dibangun tepat di atas sempadan sungai. Didapatkan juga tutupan lahan berupa bangunan/bangunan terpencar/gedung, halaman, tempat kegiatan, tanah kosong/gundul, dan tempat parker kendaraan bermotor. Jenis tanah di Kelurahan Cibadak adalah tanah Aluvial dengan elevasi muka airtanah 55mbmt di bagian selatan hingga 75mbmt di bagian utara. Dari kondisi tersebut, didapatkan jenis SuDS yang sesuai adalah Rainwater Harvesting System, Porous Paving Material,dan Swales. Desain SuDS dilakukan pada area RW06 dan RW07. Diperlukan peran pemerintah dalam forum yang mewadahi sosialisasi penerapan SuDS untuk memitigasi bencana banjir. Pemilihan jenis SuDS yang sesuai dengan kondisi lahan dan ketersediaan dana. Kolaborasi antara unsur masyarakat di Kelurahan Cibadak juga dibutuhkan dalam aspek pertukaran ide dalam mengatasi permasalahan banjir.