Artikel Terbaru

KAJIAN PUSTAKA SISTEM PENGHANTARAN OBAT KE OTAK DENGAN METODE INTRANASAL UNTUK PENYAKIT SISTEM SARAF PUSAT DAN GLIOBLASTOMA

Oleh   Nadzira Sabilla [10717009]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Diky Mudhakir, S.Si., M.Si., Ph.D.;Dr. Satrialdi, S.Farm., M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : pengiriman intranasal ke otak, pengiriman hidung ke otak, sawar darah-otak, nanopartikel, sistem saraf pusat, depresi, Alzheimer, epilepsi, glioblastoma.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-09-29 05:30:07

Sawar darah-otak (SDO) masih menjadi tantangan utama dalam mengobati penyakit sistem saraf pusat (SSP) karena sifatnya yang menghalangi pertukaran molekul secara ketat antara darah dengan SSP. Walaupun terdapat mekanisme penghantaran obat ke otak dengan metode invasif yang melewati SDO secara efisien, nyatanya proses ini dapat menyebabkan rasa sakit dan trauma pada pasien yang menjalaninya. Penghantaran intranasal menuju otak merupakan suatu terobosan baru karena selain tidak membutuhkan proses invasif, juga dapat memintas sawar darah-otak. Kajian pustaka ini mengulas strategi pembawa nano yang digunakan dalam sediaan untuk penyakit sistem saraf pusat seperti depresi, Alzheimer, epilepsi, dan glioblastoma. Pencarian dilakukan melalui Google Scholar dan Pubmed, dengan pustaka yang diperoleh kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil dari pencarian berhasil mendapatkan 30 artikel yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Ditemukan bahwa strategi penting yang dibutuhkan dalam membuat formulasi intranasal menuju otak adalah mukoadesivitas sediaan agar sediaan dapat tinggal dalam waktu yang lama pada rongga nasal sehingga tidak langsung terkena pembersihan mukosiliari. Kunci penting yang membedakan strategi formulasi untuk glioblastoma dibandingkan formulasi untuk penghantaran SSP secara umum adalah dibutuhkannya ligan atau menggunakan senyawa aktif dengan mekanisme yang bekerja spesifik pada sel tumor agar obatobatan antikanker yang dihantarkan tidak menarget sel sehat.