Article Details

PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK TERPUSAT SKALA PERMUKIMAN DI KELURAHAN KEBAGUSAN, JAKARTA SELATAN

Oleh   Roselina Yolanda Dwilestari [15717023]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Dyah Wulandari Putri, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTSL - Rekayasa Infrastruktur Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : air limbah domestik, IPAL, Kelurahan Kebagusan, shallow bore sewer, SPALDT
Sumber :
Staf Input/Edit : Asep Kusmana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-09-28 15:15:19

Abstrak. Kelurahan Kebagusan merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Hingga saat ini, mayoritas masyarakat di Kelurahan Kebagusan masih menggunakan tangki septik sebagai teknologi pengolahan air limbah domestik yang mereka hasilkan. Namun, tangki septik tersebut menurut masyarakat jarang bahkan hampir tidak pernah dilakukan pengurasan selama digunakan. Untuk menghindari terjadinya dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan serta berdasarkan cakupan pelayanannya, sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat (SPALDT) skala permukiman yang terdiri dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan jaringan perpipaannya merupakan pilihan yang tepat guna untuk diterapkan di Kelurahan Kebagusan yang memiliki jumlah penduduk 50.153 jiwa. Dalam mendukung perencanaan SPALD-T, digunakan data-data sekunder dari literatur dengan kondisi yang mendekati lokasi perencanaan. Perencanaan SPALD-T akan dilaksanakan dalam satu periode selama 20 tahun dengan target pelayanan 300 KK masyarakat berpenghasilan rendah dan perniagaan rumah tangga di RW 07, Kelurahan Kebagusan. Dalam menentukan alternatif terpilih jaringan perpipaan dan teknologi pengolahan di IPAL, digunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dengan kriteria yang ditetapkan untuk pemilihan alternatif jaringan perpipaan adalah konstruksi, operasional dan pemeliharaan, biaya kapital/investasi, kebutuhan lahan serta perlintasan jalur dan bangunan pendukung, sedangkan untuk pemilihan alternatif teknologi pengolahan di IPAL adalah operasional dan pemeliharaan, biaya kapital/investasi, biaya operasional dan pemeliharaan, kebutuhan lahan dan kebutuhan energi. Jaringan perpipaan yang digunakan merupakan shallow bore sewer, dengan jenis pipa HDPE berdiameter antara 0,1 – 0,2 meter, aliran gravitasi dan kedalaman galian untuk pipa antara 0,6 – 6,3 meter. Pengolahan air limbah domestik akan dilakukan di IPAL skala permukiman yang berada di Taman Kebagusan, dengan rata-rata debit yang diterima adalah 1,189 L/detik. Adapun unit-unit pengolahan yang digunakan untuk mengolah air limbah domestik pada IPAL adalah bak ekualisasi dengan dilengkapi bar screen, bak sedimentasi I, biofilter anaerob-aerob, bak sedimentasi II dan bak desinfeksi. Sedangkan untuk mengolah lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan air limbah, akan digunakan unit gravity thickener dan planted drying beds. Efisiensi dari hasil pengolahan ini mampu menyisihkan 93,70% BOD, 94,15% COD, 89,50% TSS, 98,20% minyak dan lemak, 99,95% amoniak dan 100% total coliform. Berdasarkan hasil analisis finansial dan ekonomi, proyek SPALD-T di Kelurahan Kebagusan tidak layak secara ekonomi apabila hanya mengandalkan pemasukan (total retribusi) dari nilai kemampuan dan keinginan membayar (Ability to Pay/ATP dan Willingness to Pay/WTP) masyarakat setempat. Dikarenakan apabila total retribusi ditetapkan berdasarkan ATP sebesar Rp5.000,00/KK/bulan, maka NPV bernilai -Rp5.285.705.468,00 dan BCR 0,03 serta apabila total retribusi ditetapkan Rp82.000,00/KK/bulan, maka NPV bernilai -Rp2.689.782.908,00 dan BCR 0,51. Sedangkan apabila total retribusi ditetapkan berdasarkan WTP sebesar Rp10.000,00/KK/bulan, maka NPV bernilai -Rp5.117.139.068,00 dan BCR 0,06 serta apabila total retribusi ditetapkan Rp50.000,00/KK/bulan, maka NPV bernilai -Rp3.768.607.868,00 dan BCR 0,31.