Artikel Terbaru

KAJIAN TINGGI PERMUKAAN LAUT DAN KANDUNGAN PANAS LAUT DI PERAIRAN BARAT SUMATRA HINGGA SELATAN JAWA PADA KEJADIAN INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TAHUN 2010 DAN 2012

Oleh   A.R. Khairun Nisa' [22420304]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ivonne Milichristi Radjawane, S.Si., M.Si., Ph.D.;Dr.Eng. Totok Suprijo, S.Si.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Oseanografi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Indian Ocean Dipole (IOD), Kandungan Panas Laut, Perairan Barat Sumatra, Perairan Selatan Jawa ,Tinggi Permukaan Laut
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-09-28 15:09:27

Pada proses pembentukan kejadian Indian Ocean Dipole (IOD) tidak hanya suhu di permukaan dan lapisan bawah permukaan laut yang mengalami perubahan, beberapa parameter lain seperti tinggi permukaan laut, kandungan panas, dan angin juga mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi parameter-parameter tersebut pada kejadian IOD negatif (IODn) 2010 dan IOD positif (IODp) 2012, khususnya di wilayah Perairan Barat Sumatra hingga Selatan Jawa. Digunakan data model reanalysis HYbrid Coordinate Ocean Model (HYCOM) untuk suhu dan elevasi permukaan laut, kecepatan angin (zonal dan meridional) dari ECMWF – ERA5, sedangkan data kandungan panas laut dihitung dari data suhu yang telah diketahui. Data anomali suhu akan disajikan berupa plot spasial dan diagram Hovmöller, untuk parameter lainnya disajikan berupa plot spasial. Pada kejadian IODn 2010, anomali suhu positif di lapisan bawah permukaan empat bulan sebelum kejadian IOD. Kondisi ini diikuti oleh peningkatan SSHA, penambahan kedalaman T20. Kandungan panas laut baru mengalami peningkatan satu bulan menjelang kejadian IODn, dan nilainya cenderung konstan selama kejadian IODn berlangsung. Pada kejadian IODp 2012, anomali suhu positif terbentuk lebih lambat karena terdapat fase La-Niña yang mendahului. SSHA negatif dan pendangkalan T20 baru terjadi satu bulan sebelum IODp. Sementara itu, kandungan panas laut telah menurun sejak April dan semakin rendah pada bulan kejadian IODp. Perubahan nilai SSHA dan kedalaman T20 pada IODn 2010 memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan IODp 2012. Selain itu, pelemahan atau penguatan angin ke arah barat juga berperan pada pembentukan atau peluruhan anomali suhu pada kejadian IOD.