Article Details

PERANCANGAN FONDASI TIANG BOR DAN DINDING DIAFRAGMA DENGAN PERKUATAN ANGKUR TANAH STASIUN KERETA CEPAT “ECO HUB” SEBAGAI GERBANG PARIWISATA DI KAWASAN TOD WALINI

Oleh   Muhammad Rafdi Fayyadh [15017098]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Agung Wiyono Hadi Soeharno, M.Eng.;Ir. R. Sony Sulaksono Wibowo, M.T, Ph.D.;Prof. Ir. Iswandi Imran, M.A.Sc., Ph.D.;Andhika Sahadewa, S.T., M.S.E, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Sipil
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : tiang bor, daya dukung, settlement, dinding diafragma, angkur tanah, defleksi, stabilitas, LPILE, GROUP, PLAXIS 2D
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-09-28 14:33:00

Desain Stasiun Kereta Cepat di Kawasan Walini terdiri dari bangunan utama tiga lantai di sisi barat, peron satu lantai di sisi timur, dan pedestrian tunnel untuk menghubungkan sisi timur dan barat. Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk merancang sistem fondasi yang dapat menahan beban struktur atas bangunan serta sistem dinding penahan tanah permanen untuk mengatasi kelongsoran tanah akibat adanya perbedaan elevasi antara sisi barat dan timur stasiun. Perancangan fondasi menggunakan fondasi tiang bor dengan diameter 1 meter dengan kedalaman bervariasi dari 16 meter, 21 meter, 24 meter, sampai 30 meter yang disesuaikan dengan karateristik tanah. Analisis meliputi daya dukung fondasi dan juga penurunan pada fondasi. Perhitungan daya dukung aksial dan penurunan dilakukan secara manual, perhitungan daya dukung lateral dibantu dengan perangkat lunak LPILE, analisis fondasi grup tiang dibantu dengan perangkat lunak GROUP, penulangan fondasi dan pile cap dibantu dengan perangkat lunak ETABS untuk pemodelan dan SpColumn untuk analisisnya. Perancangan desain dinding penahan tanah sebagai struktur permanen dengan kedalaman galian 10 meter dibagi menjadi 2 segmen dinding. Jenis dinding diafragma digunakan dengan perkuatan angkur tanah. Dinding diafragma didesain dengan panjang 30 meter dan tebal 1 meter yang dibantu oleh sistem angkur tanah Tiga baris angkur tanah pada elevasi -2 meter, -5 meter, dan -8 meter dipasang untuk segmen 1. Untuk segmen 2, dinding dibantu dua baris angkur pada elevasi - 2 meter dan -5 meter. Analisis dilakukan dengan perangkat lunak PLAXIS 2D secara bertahap untuk mendapatkan nilai faktor keamanan, defleksi, dan gaya dalam yang bekerja pada dinding. Hasil dari perancangan disampaikan dalam dokumen perencanaan rinci, dimensi, dan juga gambar detail dari desain.