Article Details

PERBANDINGAN METODE PEMILIHAN PARAMETER ALGORITMA DBSCAN UNTUK MENCARI KEMUNGKINAN LOKASI EVAKUASI BENCANA MENGGUNAKAN DATA GPS

Oleh   Muhammad Nurdin Husen [13517112]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Gusti Ayu Putri Saptawati S., M.Comm.;Latifa Dwiyanti, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : STEI - Teknik Informatika
Fakultas : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Subjek :
Kata Kunci : algoritma DBSCAN, epsilon, koefisien siluet, minpts, tsunami
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-09-27 19:29:35

Penelitian ini membandingkan tiga metode dalam menentukan nilai ???????????????????????? dan ???????????????????????????? algoritma DBSCAN, yaitu metode garis singgung, metode perubahan kemiringan, dan metode distribusi nilai k-dist. Penelitian ini dilakukan dengan metodologi berbasis eksperimental dan mengadopsi proses penggalian data oleh Jiawei Han. Proses pencarian kemungkinan lokasi evakuasi dengan memanfaatkan data global positioning system (GPS) dijadikan sebagai studi kasus dalam penelitian ini. Salah satu sumber data yang tersedia adalah data pengguna perangkat seluler saat terjadi bencana tsunami Maluku 2021 yang didapat dari Lifesight. Metrik evaluasi utama yang digunakan adalah koefisien siluet. Selain itu, juga akan dilihat jumlah klaster dan pencilan yang dihasilkan serta waktu eksekusi pencarian nilai parameter dan pembentukan klaster. Eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan data lokasi sebelum bencana dan lokasi sesudah bencana dengan menjalankan kedua data tersebut sebanyak 5 kali untuk memberikan hasil yang lebih robust. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah penggunaan metode garis singgung pada dataset berdimensi dua yang berisi nilai latitude dan longitude menghasilkan model algoritma DBSCAN dengan nilai koefisien siluet terbesar dari dua metode lainnya. Pada dataset dengan karakteristik yang sama dengan jumlah data mencapai ratusan ribu, metode distribusi nilai k-dist dapat digunakan karena menghasilkan koefisien siluet yang mendekati metode garis singgung tetapi memiliki kompleksitas yang lebih rendah dibanding metode garis singgung.