Artikel Terbaru

AKTIVITAS IMUNOMODULATOR DAN ANTIINFLAMASI KOMBINASI EKSTRAK KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM.), JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DAN TEMU LAWAK (CURCUMA ZANTHORRHIZA ROXB.)

Oleh   Maryam Jamila Arief [20719029]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Maria Immaculata Iwo;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Imunomodulator, Antiinflamasi Akut, Antiinflamasi Kronis Kelor, Jahe Merah, Temu lawak
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-06-24 04:26:21

Saat ini penyakit terkait sistem imun dan inflamasi terus meningkat dengan morbiditas dan mortalitas yang semakin tinggi sehingga menjadi masalah kesehatan yang serius. Untuk mengatasi penyakit terkait sistem imun ini dapat digunakan imunomodulator, yaitu senyawa yang dapat meregulasi sistem imun. Salah satu sumber imunomodulator dan antiinflamasi ialah bahan alam. Kelor, jahe merah, dan temu lawak secara tradisional digunakan untuk memelihara kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek imunomodulator dan antiinflamasi kombinasi ekstrak daun kelor, rimpang jahe merah dan rimpang temu lawak. Tiga dosis kombinasi uji yaitu kombinasi A (kelor/ jahe merah/ temu lawak = 150, 60, 75 mg/kgbb), kombinasi B (kelor/ jahe merah/ temu lawak = 250, 80, 100 mg/kgbb) dan kombinasi C (kelor/ jahe merah/ temu lawak = 500, 150, 300 mg/kgbb). Efek imunomodulator diuji pada mencit Swiss webster yang meliputi uji terhadap respons imun non-spesfik dan spesifik. Efek antiinflamasi diuji pada tikus Wistar yang meliputi efek antiinflamasi akut dengan induktor ?-karagenan dan antiinflamasi kronis dengan induktor adjuvan freund komplit. Hasil uji terhadap respons imun non-spesifik menunjukkan ketiga kombinasi (A, B dan C) berkhasiat imunostimulasi dengan indeks fagositik >1. Pada uji terhadap respons imun spesfik, hanya kombinasi C yang menstimulasi respons imun humoral dengan titer antibodi sekunder 1:2048 lebih tinggi dibandingkan kontrol 1:1024. Kombinasi B dapat menstimulasi respons imun seluler yang ditandai dengan meningkatnya kadar IL-2 secara sangat signifikan (p<0,01). Ketiga kombinasi (A, B dan C) tidak berkhasiat terhadap produksi IFN-?. Pada uji antiinflamasi akut, kombinasi C dapat menghambat perkembangan radang secara signifikan (p<0,05) pada jam ke 3 (46,4%), 4 (54,6%), 8 (32,0%) dan jam ke 24 (36,0%). Pada uji inflamasi kronis, kombinasi (B dan C) tidak menunjukkan efek antiinflamasi kronis berdasarkan penilaian volume kaki, lingkar telapak kaki dan sendi, hipertermia lokal, mobilitas, indeks arthritis maksimum, bobot badan dan kekakuan sendi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ketiga dosis kombinasi ekstrak daun kelor, rimpang jahe merah, dan rimpang temu lawak berkhasiat imunostimulasi dan antiinflamasi akut.