Artikel Terbaru

STUDI INHIBISI SPERMATOGENESIS NANOPARTIKEL PHYLLANTHUS NIRURI MELALUI JALUR PERSINYALAN TESTOSTERON NON KLASIK SECARA IN VITRO PADA LINI SEL TM4

Oleh   Evi Nurul Hidayati [20718034]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Diky Mudhakir, S.Si., M.Si., Ph.D.;Dr. apt. Neng Fisheri Kurniati, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Nanopartikel, Sel TM4, Spermatogenesis, Testosterone, Jalur NonKlasik.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-06-24 03:54:29

Phyllanthus niruri merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai obat tradisional, misalnya imunomodulator. Salah satu pemanfaatan ekstrak ini adalah formulasi nanopartikel menggunakan matriks kitosan yang bertujuan sebagai terapi co-adjuvant untuk peningkatan respon imun terhadap HBsAg pada kasus hepatitis. Studi toksisitas akut pada hematologi dan beberapa organ diantaranya ginjal dan hati menunjukan tidak terjadi toksisitas. Sedangkan studi toksisitas sub kronik pada testis menunjukan terjadinya toksisitas berupa ketidakseimbangan hormonal dan kerusakan degeneratif pada tubulus seminiferus. Salah satu sel yang berperan dalam proses spermatogenesis adalah sel sertoli. Adanya gangguan pada sel sertoli dapat mengakibatkan gangguan pada spermatogenesis sehingga dapat mempengaruhi fertilitas. Jalur persinyalan testosteron non klasik merupakan salah satu jalur persinyalan yang mempengaruhi fungsi sel sertoli. Terdapat beberapa aktivasi protein yang terlibat pada jalur ini, salah satunya Src dan EGFR. Pada penelitian ini dilakukan formulasi nanopartikel Phyllanthus niruri (PN), karakterisasi formula serta studi inhibisi aktivasi Src dan EGFR menggunakan western blot pada lini sel TM4. Sel TM4 diperoleh dari sel sertoli pada mencit jantan. Hasil ukuran, indeks polidispersitas, zeta potensial yaitu 171 nm, 0,274 dan +37,82. Sedangkan efisiensi penjeratan yaitu 75%. Nilai IC50 dari uji viabilitas menggunakan CCK-8 yaitu 206 ppm. Hasil studi inhibisi aktivasi Src menunjukan bahwa terjadi inhibisi aktivasi Src dengan perbedaan bermakna pada kelompok uji nanopartikel PN 500 ppm (p<0,5). Studi pada EGFR menunjukan bahwa terjadi inhibisi aktivasi EGFR pada nanopartikel PN 7,81 ppm; 31,25 ppm; 125 ppm. Inhibisi aktivasi Src dan EGFR dapat menyebabkan gangguan pada spermatogenesis dan fertilitas pria, hal ini dimungkinkan terjadi karena adanya gangguan pada proses penempelan germ cell pada sel sertoli dan gangguan pelepasan sperma dewasa.