Article Details

DAMAGE DETECTION OF HUMAN ACTIVITY BASED ON NTL, LST AND NO2 FOR 2018 CENTRAL SULAWESI EARTHQUAKE, TSUNAMI AND LIQUEFACTION DAMAGE

Oleh   Boolein Najjar [25119701]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.;Dr. Irwan Gumilar, S.T., M.Si.;Dr. Ir. Vera Sadarviana, M.T.;Dr. Riantini Virtriana, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Teknik Geodesi dan Geomatika
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
Subjek :
Kata Kunci : night-time light, nitrogen dioxide (NO2), MODIS LST, Central Sulawesi, Palu City.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 21 Jun 2021

Metode deteksi kerusakan, konsep dan kombinasi kumpulan data memiliki keberagaman. Keberagaman tersebut sesuai dengan tujuannya yaitu sebagai pendeteksi setiap perubahan yang terjadi setelah suatu tindakan, baik yang disebabkan oleh manusia maupun alam. Oleh karena itu, metode deteksi perubahan akan membantu studi penilaian bencana. Penelitian ini mengusulkan konsep dan kombinasi dataset baru yang didasarkan pada aktivitas manusia untuk mendeteksi kerusakan setelah terjadinya bencana alam. Data yang digunakan pada penelitian ini meliputi data night-time light dari NPP-VIIRS DNB, data nitrogen dioksida (NO2) dari Sentinel-5P, dan data land surface temperature dari MODIS. Kombinasi dataset yang dilakukan pada penelitian ini akan mewakili perubahan setelah terjadinya kerusakan. Hasil dari penelitian ini akan diterapkan di provinsi Indonesia Timur dan provinsi Sulawesi Tengah. Pasca gempa 7,5 Mw, tsunami dengan ketinggian gelombang 4m dan likuifaksi pada empat kecamatan yang terjadi pada 28 September 2018. Kabupaten-kabupaten induk yang akan menerapkan kombinasi baru ini adalah Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi dan Kota Palu yang menjadi ibu kota provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah tersebut merupakan sebagian besar wilayah yang terkena dampak kerusakan setelah bencana. Kombinasi ketiga dataset ini akan menghasilkan peta indeks probabilitas kerusakan untuk masing-masing kabupaten dan kota. Peta indeks probabilitas kerusakan ini akan dibandingkan dengan data kerusakan yang didapat. Selain itu, penelitian ini juga memiliki keterbatasan, keterbatasan utama yaitu tipe wilayah yang diteliti. Hal tersebut karena tipe wilayah yang diteliti mayoritas merupakan wilayah pedesaan, kepadatan penduduk, tipe bangunan, sebaran dan kepadatan di setiap wilayah yang memengaruhi nilai-nilai tersebut.