Artikel Terbaru

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UNIT RAWAT INAP SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI BANDUNG

Oleh   Vinny Delta [11610022]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. apt. Lia Amalia, S.Si., M.Si.;;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Farmasi Klinik dan Masyarakat
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : -
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-06-09 13:56:09

Telah dilakukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 di unit rawat inap salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien DM tipe 2 di unit rawat inap salah satu rumah sakit swasta di Bandung pada periode September hingga Desember 2013. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan deskriptif evaluatif yang dilakukan secara retrospektif dengan pengumpulan data obat-obat antihipertensi serta obat-obat antidiabetikum yang tersedia di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS), lalu dilanjutkan dengan pengumpulan data rekam medik pasien. Jumlah pasien DM tipe 2 yang dievaluasi adalah 67 orang. Sebagian besar pasien keluar dari rumah sakit dengan kondisi perbaikan (89,55%) dan memberikan respon positif terhadap obat antihipertensi yang diberikan (77,61%). Sebanyak 58,21% pasien menggunakan kombinasi obat antihipertensi (kombinasi golongan ARB dan diuretik paling banyak digunakan) dan sebanyak 41,79% pasien menggunakan obat antihipertensi tunggal (golongan ARB yang paling banyak digunakan). Terdapat penggunaan kombinasi antihipertensi yang tidak tepat yaitu kombinasi yang tidak menggunakan ACEI atau ARB dalam kombinasinya (23,08%), dosis subterapeutik (8,96%), potensi interaksi mayor (13,43%), dan potensi interaksi moderat (25,37%). Berdasarkan hasil penelitian, secara umum penggunaan obat antihipertensi pada pasien DM tipe 2 di rumah sakit tersebut sudah tepat. Namun, masih terdapat kombinasi penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat, ketidaksesuaian dosis, dan potensi terjadinya interaksi obat.