Artikel Terbaru

EFEK KOMBINASI EKSTRAK AIR DAUN TEMPUYUNG (SONCHUS WIGHTIANUS DC.) DAN DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON ARISTATUS (BLUME) MIQ.) DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN BATU GINJAL SECARA IN VITRO

Oleh   Asri Laksita Rukmi [11610007]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Asep Gana Suganda;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Farmasi Klinik dan Masyarakat
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : -
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-06-09 13:00:49

Daun tempuyung dan kumis kucing sudah banyak digunakan secara tradisional untuk mengobati batu ginjal. Diperlukan suatu penelitian untuk memverifikasi penggunaan tradisional daun tempuyung dan daun kumis kucing, serta menentukan aktivitas kombinasinya dalam menghambat kristalisasi kalsium oksalat dan kalsium fosfat yang merupakan konstituen utama dalam batu ginjal. Pengujian dilakukan terhadap sistem kalsium oksalat dan sistem kalsium fosfat dalam keadaan super jenuh sehingga dapat membentuk inti kristal secara spontan. Pada sistem tersebut, ditambahkan larutan ekstrak yang kemudian ditentukan konsentrasi ion kalsiumnya, lalu dihitung persen inhibisi larutan uji terhadap kontrol. Penyiapan larutan uji dilakukan dengan 2 metode. Metode 1 adalah campuran masing-masing ekstrak pada jumlah tertentu, dan metode 2 adalah campuran masing-masing simplisia dalam jumlah tertentu kemudian diekstraksi bersama. Penetapan aktivitas inhibisi dilakukan dengan mengukur kadar ion kalsium dari endapan yang terbentuk pada sistem yang telah dilarutkan kembali dengan asam klorida dibandingkan dengan kadar ion kalsium dari kontrol. Kadar ion kalsium diukur dengan metode titrasi kompleksometri dengan peniter Na-EDTA dan indikator EBT pada pH 10 yang dijaga dengan dapar amonia. Persen inhibisi kristalisasi kalsium fosfat tertinggi ditunjukkan campuran daun tempuyung-daun kumis kucing 50:50 dengan persen inhibisi sebesar 16,23 ± 0,75 % pada metode 1 dan 29,77 ± 0,92 % pada metode 2. Persen inhibisi kristalisasi kalsium oksalat pada metode 1, perbandingan kombinasi daun tempuyung-daun kumis kucing yang mempunyai aktivitas paling tinggi adalah 75:25 dengan persen inhibisi sebesar 37,07 ± 4,19 %. Pada metode 2, perbandingan kombinasi ekstrak air daun tempuyung dan daun kumis kucing yang mempunyai aktivitas paling tinggi adalah 25:75 dengan persen inhibisi sebesar 34,17 ± 1,44 %. Kedua metode campuran ekstrak air daun tempuyung dan daun kumis kucing dapat meningkatkan aktivitas inhibisi kristalisasi kalsium oksalat dan kalsium fosfat.