Artikel Terbaru

KAJIAN PERKEMBANGAN DAN APLIKASI BIOREAKTOR MEMBRAN AERASI

Oleh   Dwi Lerian Friatnasary [23018009]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D.;Dr. Khoiruddin, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTI - Teknik Kimia
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek : Chemical engineering
Kata Kunci : : aerasi, air limbah, biofilm, membran, pengolahan air, polutan.
Sumber : Perpustakaan Prodi Teknik Kimia
Staf Input/Edit : Budi Cahyadi   Ena Sukmana
File : 6 file
Tanggal Input : 2021-04-30 10:33:01

KAJIAN PERKEMBAGAN DAN APLIKASI BIOREAKTOR MEMBRAN AERASI Oleh Dwi Lerian Friatnasary NIM: 23018009 (Program Studi Magister Teknik Kimia) Bioreaktor membran aerasi (BRMA) merupakan teknologi inovatif untuk menangani permasalahan yang terdapat pada proses pengolahan air limbah konvensional menggunakan lumpur aktif, seperti tingkat penyisihan nutrien dan polutan yang rendah, pembentukan busa, dan ketidakstabilan biologis. Namun dalam pengoperasiannya, BRMA masih mengalami kendala, yaitu terbatasnya pengendalian ketebalan biofilm yang dapat mengakibatkan penurunan kinerja BRMA. Maka dari itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui peran membran dalam BRMA, pengaruh kondisi operasi terhadap kinerja BRMA, pembentukan dan pengontrolan biofilm, pengaplikasian BRMA pada pengolahan air limbah, dan prospek BRMA di masa depan. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, BRMA terbukti mampu meningkatkan efisiensi penyisihan karbon, nitrogen, dan polutan. Hal tersebut dikarenakan penggunaan membran yang permeabel terhadap gas mampu meningkatkan efisiensi transfer oksigen ke dalam biofilm, sehingga proses degradasi biologis dapat berjalan optimal. Selain itu, membran juga berfungsi sebagai media dalam pertumbuhan biofilm terikat. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengontrol ketebalan biofilm, termasuk meningkatkan tegangan geser, menambahkan bahan kimia, dan menggunakan predator biologis untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme. Meskipun metode penambahan bahan kimia dan penggunaan predator biologis belum dapat dioperasikan secara otomatis, namun metode tersebut terbukti mampu mengurangi ketebalan biofilm. BRMA telah diaplikasikan secara luas untuk mengolah air limbah dari berbagai sektor, termasuk air limbah perkotaan hingga air limbah dengan konsentrasi nutrien tinggi, sehingga teknologi tersebut berpotensi untuk dikembangkan pada skala komersial.