Artikel Terbaru

PENINGKATAN PROSES INITIAL KILLING PADA PEKERJAAN PENUTUPAN DAN PENINGGALAN SUMUR DI LINGKUNGAN DURI STEAM FLOOD

Oleh   Arsallah Putra [29119241]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Mursyid Hasan Basri, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : Minyak dan Gas, Penutupan Sumur, Proses Initial Killing, Current Reality Tree, Analisa Keputusan, Waktu Siklus ii
Sumber :
Staf Input/Edit : Yose Ali Rahman   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-04-28 09:18:18

Selain menghasilkan minyak dan gas, setiap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) termasuk Maliha Minyak Indonesia (MMI) memiliki kewajiban untuk mengembalikan bekas lokasi sumur minyak dan gas dan melenyapkan dampak lingkungan dengan cara penutupan sumur (P&A). Jumlah P&A yang sudah dieksekusi oleh MMI mencapai 164 sumur di tahun 2020. Jumlah ini masih tertinggal 5 sumur dari total 169 sumur yang seharusnya dieksekusi di tahun 2020. Salah satu hal yang sulit untuk di prediksi dan membutuhkan durasi serta biaya yang lebih dari targetnya adalah proses Initial Killing. Dari 159 eksukusi sumur di tahun 2016 sampai 2020, Initial Killing membutuhkan rata-rata 15 jam dengan deviasi 30 jam. Sedangkan target yang disebutkan dalam program P&A hanya 4 jam. Sebagian besar deviasi terjadi pada eksekusi P&A di sumur injeksi uap. Melalui kerangka konseptual, terdapat 6 faktor kontribusi terhadap proses Initial Killing yaitu resiko Well Control, penahan sumur, fluida material, prosedur operasi, karakter formasi, dan kemampuan pekerja. Berdasarkan diagram swim lane, proses Initial Killing berkontribusi terhadap 90% kemungkinan keterlambatan pada eksekusi pekerjaan penutupan sumur. Akar masalah di analisa menggunakan Current Reality Tree melalui interview dan observasi. Terdapat 6 akar masalah yang berkontribusi terhadap proses Initial Killing yang berkepanjangan. 2 dari 6 akar masalah tersebut (yaitu ketidakcocokan fluida dan SOP yang terlalu general) merupakan contributor utama dari keterlamabatan Initial Killing yang akan dievaluasi selanjutnya. Sumur di Duri Steam Flood memiliki formasi yang loss. Melalui Diskusi Kelompok Fokus, tim mengidentifikasi 7 alternatif untuk menyelesaikan akar masalah dalam proses Initial Killing. Pekerjaan penyemenan secara offline merupakan alternatif terbaik yang dievaluasi menggunakan matriks penilaian Kepner-Tregoe. Alternatif ini memenuhi semua atribut keharusan dan mendapatkan nilai tertinggi untuk attribute keinginan. Selain biaya yang lebih murah, alternatif ini mempunyai rasio keberhasilan yang tinggi untuk menutup formasi dan berkontribusi pada penyemenan utama. Untuk mempunyai keselarasan, SOP untuk Initial Killing juga harus direvisi. Prakarsa ini sudah di implementasikan di eksekusi penutupan 3 sumur injeksi dengan total manfaat USD48,031 melalui pengurangan biaya operasi rig dan eliminasi penggunaan material fluida kill.