Artikel Terbaru

ANALISIS SENSITIVITAS PARAMETER HYDRAULIC FRACTURING TERHADAP RECOVERY FACTOR PADA RESERVOIR TIGHT GAS

Oleh   Maulana Agustiansyah Putra [12212101]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Doddy Abdassah, M.Sc., Ph.D.;Dr. Dedy Irawan, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTTM - Teknik Perminyakan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Mining & related operations
Kata Kunci : reservoir tight gas, hydraulic facturing, analisis sensitivitas, gas plateau rate, recovery factor.
Sumber :
Staf Input/Edit : Suharsiyah   Ena Sukmana
File : 2 file
Tanggal Input : 2021-04-26 14:33:38

Generic placeholder image
2016 TA PP MAULANA AGUSTIANSYAH PUTRA 1.pdf ]

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Seiring dengan berjalanya waktu, peningkatan kebutuhan energi di dunia memicu pengembangan reservoir hidrokarbon non-konvensional. Tight gas merupakan salah satu sumber hidrokarbon non-konvensional yang dipertimbangkan karena memiliki potensi gas yang besar. Tight gas merupakan reservoir yang memiliki nilai permeabilitas yang rendah sehingga tidak dapat memproduksi gas secara ekonomis. Stimulasi hydraulic fracturing berskala besar dan produksi dengan sumur horizontal atau multilateral diperlukan untuk meningkatkan laju alir dan recovery factor. Tujuan studi ini adalah mengetahui pengaruh parameter hydraulic fracturing terhadap recovery factor pada gas plateau rate. Studi ini juga memberikan persamaan yang menghubungkan antara parameter hydraulic fracturing terhadap recovery factor dan gas plateau rate. Parameter hydraulic fracturing yang diujikan yakni jumlah sumur, jumlah rekahan, panjang setengah rekahan, dan konduktivitas rekahan tak berdimensi. Data model reservoir yang digunakan berasal dari literatur dan disimulasikan menggunakan salah satu peranti lunak yang digunakan dalam industi perminyakan. Simulasi reservoir dilakukan untuk mengetahui nilai recovery factor dengan memasukkan parameter hydraulic fracturing dalam beberapa kasus. Kemudian dari recovery factor yang didapat, dilakukan analisis untuk melihat efek dari setiap parameter hydraulic fracturing terhadap recovery factor. Analisis dari studi ini diperoleh parameter yang paling berpengaruh terhadap recovery factor, secara berturut-turut yaitu jumlah sumur, jumlah rekahan, panjang setengah rekahan, dan konduktivitas rekahan tak berdimensi. Persamaan empiris yang menghubungkan antara parameter hydraulic fracturing terhadap recovery factor memiliki nilai R2 sebesar 99.61%. Selain itu, juga diperoleh persamaan empiris terhadap gas plateau rate dengan nilai R2 sebesar 99.6%. Perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan menambahkan variable ekonomi untuk menentukan dasain hydraulic fracturing paling optimal.