Artikel Terbaru

OPTIMASI PRODUKSI LAPANGAN GEOTHERMAL PADA PERIODE AWAL PENGEMBANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE NODAL SISTEM ANALISIS

Oleh   Irko Hasby Nugraha [12212002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Pudjo Sukarno, M.Sc, Ph.D.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTTM - Teknik Perminyakan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Mining & related operations
Kata Kunci : Nodal, Node, Beggs and Brill, Pressure Drop, Reservoir Decline.
Sumber :
Staf Input/Edit : Suharsiyah   Ena Sukmana
File : 2 file
Tanggal Input : 2021-04-07 15:10:14

Generic placeholder image
2016 TA PP IRKO HASBY NUGRAHA 1.pdf)u

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Metode Nodal System Analysis merupakan metode analisa untuk menentukan titik optimal produksi dari suatu sistem dengan menyeimbangkan antara kemampuan produksi reservoir dan kebutuhkan operasional. Cara kerja metode ini adalah memecah sistem menjadi beberapa komponen. Komponen-komponen tersebut dibatasi oleh node. Pada penelitian ini penulis memiliki sebuah model sistem produksi yang terdiri dari lima sumur produksi, satu pipa dua fasa, satu separator, satu pipa uap, dan satu turbin. Model ini ditargetkan untuk memenuhi target listrik 50MW. Hal pertama yang dilakukan dalam menganalisis kemampuan model untuk memenuhi target adalah model sistem produksi tersebut dibagi menjadi 4 komponen yang dibatasi oleh tiga nodeyang terdapat pada;pertama pada ujung awal pipa dua fasa, kedua pada separator, dan yang ketiga pada turbin. Setelah itu ketiga node tersebut dianalisis dengan menggunakan metode Nodal System Analysis. Hasil dari analisis tersebut, model sistem produksi lapangan geothermal tersebut ternyata tidak mampu untuk menghasilkan listrik 50 MW. Selanjutnya penulis melakukan analisis sistem nodal untuk beberapa variasi target listrik yaitu 40 MW, 30 MW, dan 20 MW. Didapatkan hasil produksi optimal lapangan tersebut adalah 30 MW atau 6 MW setiap sumur. Target 30 MW tersebut diprediksi dapat tercapai hingga 7 tahun periode awal pengembangan dengan pendapatan yang dapat diperoleh sebesar 99 juta USD. Namun apabila tetap ingin mencapai target 50 MW maka perlu penambahan sumur produksi untuk memenuhi kekurangan 20 MW. Kemudian hasil analisis sistem nodal juga menunjukan bahwa kecepatan uap pada pipa satu fasa berada pada batas bawah oleh sebab itu penambahan sumur produksi tidak perlu diikuti dengan penambahan pipa uap. Cukup dengan menyatukan seluruh uap kedalam pipa uap yang telah tersedia saat ini.