Artikel Terbaru

STUDI SIMULASI INJEKSI TAK BERCAMPUR GAS CO2 HUFF AND PUFF UNTUK MENINGKATKAN PEROLEHAN MINYAK RINGAN PADA LAPANGAN “T”

Oleh   Haryeni Friska Y Tampubolon [12212029]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Hasian P. Septoratno Siregar, DEA;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTTM - Teknik Perminyakan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Mining & related operations
Kata Kunci : EOR, Injeksi CO2, tidak larut, huff and puff
Sumber :
Staf Input/Edit : Suharsiyah   Ena Sukmana
File : 2 file
Tanggal Input : 2021-04-07 14:34:33

Generic placeholder image
2016 TA PP HARYENI FRISKA Y TAMPUBOLON 1.pdf)u

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Makalah ini menyajikan hasil studi kelayakan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai perolehan minyak pada lapangan “T” melalui EOR (Enhanced Oil Recovery) menggunakan teknik injeksi “huff and puff” gas karbon dioksida (CO2). Sebuah model simulasi black oil dengan menggunakan karakterisasi geologi rinci dibangun untuk mengoptimalkan desain injeksi CO2. Model ini adalah model radial dengan lokasi sumur produksi dan injeksi pada bagian tengah. Beberapa studi sensitivitas dilakukan untuk memaksimalkan perolehan minyak. Mekanisme injeksi tidak bercampur gas CO2 yang dianalisis dari simulasi ini adalah seperti; pengurangan nilai viskositas dan pengembangan minyak yang dapat meningkatkan permeabilitas relatif minyak. Studi ini menemukan bahwa injeksi CO2 dipengaruhi oleh volume injeksi, tekanan injeksi, lama soaking time dan bottom hole pressure (BHP). Hasil ditinjau dengan melakukan analisis terhadap kelarutan gas CO2 dalam minyak pada kondisi-kondisi yang divariasikan. Kenaikan tekanan injeksi hingga tekanan bubble meningkatkan perolehan minyak. Di atas tekanan bubble penambahan tekanan injeksi tidak memberikan kenaikan kelarutan CO2 dalam minyak karena minyak sudah tersaturasi oleh gas. Peningkatan waktu soaking, kenaikan volume injeksi dan penurunan BHP juga meningkatkan faktor perolehan minyak. Peningkatan waktu soaking memberikan efek peningkatan tekanan reservoir dan penambahan kelarutan gas dalam minyak. Namun waktu soaking yang terlalu panjang menambah waktu tidak berproduksi sumur. Volume injeksi yang meningkat diikuti dengan peningkatan kelarutan gas CO2 pada periode injeksi dan soaking namun juga meningkatkan laju produksi gas CO2. Penurunan BHP meningkatkan drawdown sumur. Penurunan BHP hingga tekanan tertentu dapat meningkatkan volume gas yang lepas dari minyak sehingga meningkatkan laju produksi gas dan menurunkan laju produksi minyak. Berdasarkan hasil studi simulasi, desain parameter injeksi yang optimum diperoleh pada tekanan injeksi sebesar 1000 psia, volume injeksi 0.5 PV, soaking time selama 30 hari dan BHP sebesar 100 psia.