Artikel Terbaru

PERANCANGAN GEOTEKNIK FLUID ARCHITECTURE CIBADAK, BANDUNG

Oleh   Louw Josephine Vania Miraputri [15016067]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Endra Susila, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Sipil
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : Fluid Architecture
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-03-19 13:13:55

Kota Bandung merupakan salah satu kota dengan daya tarik wisata tinggi sekaligus pusat bisnis di Indonesia. Lahan yang semakin terbatas dan kebutuhan yang meningkat mengakibatkan kebutuhan akan solusi yang lebih efektif dan efisien, salah satunya adalah konsep bangunan mixed-use. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dilakukan perancangan bangunan hotel dan komersial Fluid Architecture yang berlokasi di kawasan strategis dan wisata kuliner Cibadak, Bandung. Perancangan bidang geoteknik pada bangunan Fluid Architecture meliputi perancangan dinding penahan tanah dan fondasi. Bangunan Fluid Architecture memiliki 2 lantai basement, dengan kedalaman lantai -4 meter dan -3 meter. Total galian yang direncanakan sebesar 9 meter, termasuk galian pile cap dan galian jagaan. Perencanaan dinding penahan tanah untuk bangunan Fluid Architecture menggunakan secant pile dengan diameter 0,8 meter dan kedalaman 22 meter, serta didukung dengan perkuatan strut di kedalaman 3 meter. Analisis dinding penahan tanah menggunakan pemodelan tanah Mohr-Coulomb pada aplikasi “PLAXIS 2D”. Perancangan fondasi pada bangunan Fluid Architecture dimulai dengan menghitung daya dukung aksial dan lateral tiang tunggal. Perancangan kapasitas aksial tiang bor menggunakan metode pembebanan ASD (Allowable Stress Design) dan kapasitas lateral tiang tunggal dihitung menggunakan aplikasi “Ensoft LPILE”. Selanjutnya, dilakukan analisis kelompok tiang dengan bantuan aplikasi “Ensoft GROUP8” untuk mendapatkan beban yang diterima setiap tiang dalam kelompok tiang. Berikutnya, dilakukan analisis terhadap penurunan, meliputi penurunan elastik dengan metode Vesic dan konsolidasi. Penulangan kepala tiang dan tiang bor menggunakan metode pembebanan LRFD (Load and Resistance Factor Design), yang didapatkan dari komparasi antara pembebanan LRFD dengan ASD. Kebutuhan tulangan kepala tiang ditentukan dengan aplikasi “SAFE” sedangkan untuk tiang bor dengan aplikasi “PcaCol”. Semua perancangan mengacu kepada SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019. Kata kunci: secant pile, strut, tiang bor, PLAXIS 2D, LPILE, GROUP8, PcaCol, SAFE