Artikel Terbaru

KAJIAN PROFIL ANTROPOMETRI DAN PROGRAM KEBUGARAN YANG DITERAPKAN PADA ATLET ESPORTS IESPA TAHUN 2020 SEBAGAI BAGIAN DARI PEMETAAN POTENSI DAN EKOSISTEM ESPORTS DI INDONESIA

Oleh   Putri Indah Nazareta [21717001]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Didi Sunadi, S.Pd., M.Pd.;Dr. Leo Aldianto, M.B.A., M.S.A.E.;Drs. Tommy Apriantono, M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Keolahragaan
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : antrophometry, ekosistem, eSports, industry, physical.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-03-17 15:13:02

Latar Belakang dan Tujuan: Video games atau yang lebih populer dikenal dengan istilah eSports telah berkembang menjadi sebuah industri yang sangat besar dan mulai dianggap sebagai olahraga alternatif disejumlah negara. Industri ini mulai diminati para pelaku bisnis Indonesia hingga dunia. Banyak pelaku bisnis yang beralih dan mulai menekuni industri ini karena menyadari bahwa eSports akan menjadi sebuah industri yang sangat menjanjikan dari aspek bisnis. Namun ditinjau dari aspek olahraga dan kesehatan, eSports dianggap dapat memberikan dampak tidak baik terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran profil antropometri dan program kebugaran yang diterapkan pada atlet eSports sebagai bagian dari pemetaan potensi dan ekosistem eSports di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan menggunakakn tiga instrument yaitu; Harvard Step Test & Angket IPAQ untuk mengetahui profil kebuagaran atlet eSports, wawancara dan mengumpulkan data melalui web of science sebagai secondary data. Data yang terkumpul akan diolah dengan menggunakan metode uji normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan taraf signifikansi 0.05%. Hasil: Tingkat kebugaran jasmani atlet eSports IeSPA diketahui terdapat 11 orang atlet eSports memiliki hasil harvard step test kategori poor condition dengan persentase 91,66%, terdapat 1 orang atlet eSports memiliki hasil harvard step test kategori low average dengan persentase 8,33% dan tidak ada atlet eSports yang memiliki hasil harvard step test dalam kategori high average, good serta excellent. Kesimpulan: tingkat kebugaran atlet eSports rendah hal ini dibenarkan oleh pelatih fisik, dokter ahli serta psikolog yang menangani atlet eSports Indonesia. Kondisi fisik atlet akan berpengaruh pada performa sebelum, selama dan sesuadah pertandingan serta berdampak tidak baik pada ekosistem eSports Indonesia.