Article Details

DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INSTRUMENTASI PADA MOTOPROTECT: SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR

Oleh   Yoseph Amadeus Abel Puspodewo [13216048]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Arif Sasongko, S.T., M.T.;Dr. Beni Rio Hermanto, S.T., M.M.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : STEI - Teknik Elektro
Fakultas : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Subjek :
Kata Kunci : ESP32, relay, sensor arus, buzzer
Sumber :
Staf Input/Edit : karya  
File : 5 file
Tanggal Input : 2021-02-23 11:52:40

Generic placeholder image

Abstrak

PUBLIC

Generic placeholder image

Abstract

PUBLIC

Generic placeholder image

Tugas Akhir

PUBLIC

Generic placeholder image

Cover

PUBLIC


Sebagai salah satu alat transportasi paling popular di Indonesia, populasi sepeda motor mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun hal ini dibarengi dengan peningkatan kasus pencurian sepeda motor di Indonesia. Data dari BPS juga mengungkap bahwa pada tahun 2018, jumlah pencurian motor mencapai 27.731 kali. Mayoritas kasus pencurian sepeda motor di Indonesia dilakukan dengan cara membobol kunci kontak, baik menggunakan perkakas pertukangan hingga cairan kimia. Berbagai alat pengaman yang sudah ada masih belum bisa mengatasi masalah ini dikarenakan alat pengaman yang masih bisa dibobol dan kurang praktis digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan batasan berupa sepeda motor yang menjadi fokus utama adalah sepeda motor matic karena menguasai hampir 80% pasar sepeda motor di Indonesia. Solusi yang diajukan yaitu alat keamanan sepeda motor berbasis smartphone yang mampu mencegah mesin dinyalakan oleh sembarangan orang. Cara mencegah mesin dinyalakan adalah dengan mengontrol suplai daya yang menuju koil pengapian. Sedangkan cara untuk mengenali apakah orang yang berusaha menyalakasn sepeda motor adalah pemilik yaitu menggunakan kata sandi dan identitas smartphone. Pada artikel ini secara khusus akan dibahas mengenai perancangan dan implementasi sistem instrumentasi dari alat pengaman tersebut. Sistem instrumentasi pada alat ini terdiri dari modul immobilizer, modul detector bypass, dan modul peringatan. Modul immobilizer berfungsi untuk mencegah sepeda motor dapat dinyalakan oleh sembarangan orang dengan relay yang mengatur suplai daya kepada komponen pengapian sepeda motor. Modul detector bypass berfungsi untuk mendeteksi upaya pembobolan terhadap produk dengan membaca arus yang melewati produk dan arus dari kontak menuju pengapian sepeda motor. Sedangkan modul peringatan berfungsi memberi peringatan apabila terjadi upaya pembobolan pada produk dengan menggunakan buzzer berkekuatan 80 dB. Hasil pengujian yang dilakukan setelah sistem instrumentasi ini selesai diimplementasikan menunjukkan bahwa sistem ini dapat mengamankan sepeda motor, mengamankan produk ini sendiri, serta memberi peringatan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.