Article Details

PENGEMBANGANGAN KOMPETENSI KESELAMATAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KESELAMATAN PROSES

Oleh   David Karunia Mulyono [29119273]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : kompetensi keselamatan proses, pengembangan kompetensi, kinerja keselamatan proses.
Sumber :
Staf Input/Edit : Yose Ali Rahman   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-23 09:18:52

Kapabilitas organisasi adalah kapasitas perusahaan untuk mengembangkan kompetensi dan kapasitas dari sumber dayanya untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Saat ini kapabilitas organisasi banyak digunakan untuk meningkatkan kompetensi keselamatan proses di bisnis hulu minyak dan gas. Keselamatan proses adalah salah satu kinerja perusahaan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pencegahan insiden besar. Ada banyak insiden besar yang disebabkan oleh kurangnya kompetensi keselamatan proses. Berdasarkan data, total biaya yang diakibatkan insiden dalam 1 tahun adalah US$ 390,000. Di perusahaan, pelatihan dan kompetensi termasuk dalam 5 penyebab tertinggi untuk insiden besar yang terjadi selama 5 tahun terakhir. Oleh karena itu dibutuhkan pengembangan program keselamatan proses yang dapat meningkatkan kompetensi keselamatan proses secara kontinyu. Standar yang digunakan untuk mengembangkan keselamatan proses adalah standar dari Center for Chemical Process Safety (CCPS) dan Operation Excellence Management System (OEMS). CCPS telah mengembangkan Risk Based Process Safety Element (RBPS) yang berisi kompetensi keselamatan proses pada pilar pertamanya. Beberapa area yang menjadi focus dari keselamatan proses pada OEMS yang terdiri dari Process Safety Information (PSI), prosedur, codes and standards, kesiapan operasi, manajemen perubahan (MOC), manajemen risiko (RM), dan pelaporan & investigasi insiden. Level kompetensi dari masing-masing fokus area dibagi menjadi awareness, fundamental application, skilled application, and mastery. Penelitian ini kemudian melakukan analisis gap yang ada antara level kompetensi saat ini dengan level kompetensi yang diharapkan dan ada rekomendasi untuk mengembangkan program pembelajaran yang berkelanjutan dan sistem audit untuk mengamati level kompetensi operator dan kepala tim operasi. Penelitian ini akan merekomendasikan pengembangan Process Safety Organization Capability Enhancement (PSOCE) yang akan menjadi standar, pendekatan terstruktur, dan acuan untuk meningkatkan kecakapan keselamatan proses sebagai langkah pencegahan insiden keselamatan proses yang serius. PSOCE akan berupa pelatihan, pembelajaran individu, pembelajaran kelompok, verifikasi dan validasi, serta pemberian penghargaan. Pada aktivitas pelatihan akan terdapat pelatihan berbasis komputer (CBT) dan kelas workshop yang akan menjadi tempat berbagi pengalaman antar operator. Pembelajaran kelompok akan terdiri dari table top drill, wet drill, dan aktivitas PSOCE dari pimpinan kerja. Operator juga diharapkan memasukkan umpan balik mengenai dokumen PSI dan prosedur melalui program OP V&V dan PSI V&V. Selain aktivitas pembelajaran, akan terdapat evaluasi kompetensi melalui PSM LE dan PSAL. PSOCE akan dikoordinasikan oleh tim Manajemen Keselamatan Proses (PSM) dan kepatuhannya dimonitor melalui score card keselamatan proses bulanan. Sebagai bagian pemberian penghargaan akan ada program operator of the month dan PSI award untuk upaya operator meningkatkan kultur keselamatan proses di daerah operasi mereka.