Article Details

RUANG DAN BUDAYA MAKAN DALAM SIKLUS HIDUP MASYARAKAT MINANGKABAU

Oleh   Vania Dwi Amanda Surya [27118062]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. G. Prasetyo Adhitama, S.Sn., M.Sn.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FSRD- Desain
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : ruang, budaya makan, siklus hidup, masyarakat Minangkabau, Rumah Gadang
Sumber :
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-23 06:26:59

Masyarakat Minangkabau terkenal dengan budaya makannya melalui makanan khasnya rendang di berbagai restoran Padang. Adanya modernisasi dan media sosial menyebabkan terjadinya perkembangan budaya makan terutama terkait tempat, waktu dan jenis makanan. Akibatnya adalah memudarnya pemahaman masyarakat tentang realitas budaya makan asli Minangkabau yang mengarah pada keseragaman bentuk desain, terutama pada elemen fisik dan konfigurasi ruang bangunannya. Padahal makan memiliki peran penting dalam upacara adat sebagai penghormatan terhadap ritual agama dan siklus kehidupan masyarakat Minangkabau. Di tempat asalnya, masih banyak pelaksanaan kegiatan makan yang mencerminkan adat istiadatnya, contohnya makan bajamba yaitu makan bersama pada perayaan upacara adat. Budaya makan bagi masyarakat Minangkabau memiliki peran penting dalam siklus kehidupannya. Sementara itu, pemahaman bentuk asli dari budaya makan masyarakat Minangkabau, khususnya bentuk dan jenis dari prosesi kegiatan makan di dalam adat Minangkabau dan bagian ruang yang digunakan pada pelaksanan kegiatan serta elemen-elemen fisik dan nonfisiknya belum banyak diketahui. Oleh karena itu, sebelum melihat perkembangan desainnya, perlu dipelajari terlebih dahulu bentuk ruang dan budaya makan masyarakat Minangkabau di tempat asalnya. Adapun permasalahan yang menjadi pertanyaan pada penelitian ini adalah apakah bentuk dan jenis dari prosesi kegiatan makan dalam siklus hidup masyarakat Minangkabau, bagaimana bagian ruang dan elemen fisik Rumah Gadang memfasilitasi kegiatan makan dan bagaimana hubungan antara ruang dan budaya makan berdasarkan aturan adatnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode campuran dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui studi kasus pada dua objek penelitian yaitu Rumah Gadang milik Pak Mukhlis Z. di Kawasan Saribu Rumah Gadang dan Rumah Gadang Istano Rajo Alam Tuanku Disambah. Pendekatan kuantitatif menggunakan teknik analisis space syntax pada dimensi konektivitas dan integrasi. Data didapatkan dari studi literatur, wawancara, dan pengamatan langsung di lapangan pada bagian ruang dan elemen fisik rumah ii Gadang dalam memfasilitasi kegiatan makannya. Penelitian dilakukan secara kualitatif dan dilakukan secara bertahap dimulai dari analisis elemen nonfisik dan elemen fisik ruang dan budaya makan, dan hasilnya menjadi acuan dalam analisis space syntax. Kemudian hasil analisis data ini dibahas lebih lanjut berdasarkan pembagian ruang dalam proses kegiatan makan, elemen-elemen fisik pendukung elemen nonfisik pelakasanaan kegiatanmakan, tata cara duduk dalam ruang kegiatan menyantap, dan peran kegiatan makan sebagai ruang sosial. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk kegiatan makan pada masyarakat Minangkabau yaitu secara formal pada upacara adat perayaan siklus hidup dan nonfromal dalam kehidupan sehari-hari. Elemen-elemen fisik yang memfasilitasi kegiatan makan adalah struktur dari bangunan rumah Gadang, frunitur lepasan, dan perlengkapan makan lainnya. Ruang dan budaya makan dalam siklus hidup masayarakat Minangkabau sangat erat kaitannya yaitu terlihat pada pembagian ruang pada proses pelaksanaan kegiatan makan berdasarkan peran wanita dan pria dalam sistem kekerabatan matrilinieal. Pada area penyantapan terbagi menjadi kelompok-kelompok ruang yang lebih kecil sesuai dengan aturan posisi tempat duduk para pria Minangkabau berdasarkan sistem kekerabatan matrilinieal. Seluruh ruang-ruang tempat pelaksanaan kegiatan makan merupakan ruang sosial tempat terjadinya interaksi sosial yang mencerminkan pepatah adat Minangkabau. Secara keseluruhan ruang-ruang di dalam Rumah Gadang telah secara efektif digunakan dalam memfasilitasi kegiatan makan. Selain itu, penggunaan teknik analisis space syntax memperjelas hubungan pembagian ruang dan kegiatan makan berdasarkan sistem kekerabatan matrilinieal dan hubungan interaksi sosial yang terjadi dengan ruang yang digunakan Namun, penggunaan teknik analisis space syntax pada ruang dan budaya makan masyarakat Minangkabau dapat diperluas pada dimensi-dimensi lainnya untuk dapat menelaah lebih lanjut terbentuknya pengelompokkan ruang berdasarkan tata cara duduk di dalam rumah Gadang dan hubungannya dengan sistem kekerabatan matrilinieal. Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada desain rumah tempat tinggal ataupun restoran. Selanjutnya perlu penelitian lebih lanjut terkait kesesuaian konsep yang ditemukan dalam penerapannya pada desain pada rumah tempat tinggal ataupun restoran agar sesuai dengan target dan kebutuhan pengguna.