Article Details

ANALISIS PERUBAHAN POROSITAS DAN PERMEABILITAS SETELAH PROSES ACIDIZING DENGAN ASAM KLORIDA PADA BATUAN KARBONAT FORMASI RAJAMANDALA

Oleh   Ananda Putri Hakimah [10216011]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. R. Bagus Endar Bachtiar N.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek :
Kata Kunci : acidizing, asam klorida, batuan karbonat Formasi Rajamandala, permeabilitas, porositas
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-22 20:30:43

Acidizing merupakan suatu teknik yang paling umum digunakan dalam industri MIGAS untuk meningkatkan laju produksi. Teknik ini dilakukan dengan menginjeksikan asam ke dalam formasi batuan yang mengakibatkan mineral batuan larut sehingga memperbesar pori-pori batuan dan meningkatkan permeabilitas dan porositas formasi di dekat sumur bor. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan pengaruh acidizing terhadap parameter fisik batuan dan menentukan hubungan porositas batuan yang telah didapatkan dari eksperimen terhadap permeabilitas batuan. Penelitian ini menggunakan objek berupa batuan karbonat Formasi Rajamandala yang nantinya akan dilakukan acidizing menggunakan larutan asam klorida (HCl). Ada 2 penelitian yang dilakukan, yaitu pengukuran massa batuan sebelum dan setelah acidizing, serta pengamatan struktur batuan menggunakan mikroskop untuk kondisi sebelum acidizing dan kondisi setelah acidizing menggunakan larutan HCl 7,5% dan 15%. Data dari masing-masing pengukuran tersebut diolah untuk menentukan nilai porositas dan permeabilitas batuan. Pengolahan dilakukan dengan software MATLAB dan Microsoft Excel, menggunakan beberapa persamaan matematis yang berhubungan dengan perhitungan porositas dan permeabilitas. Selain menggunakan persamaan matematis, metode lain yang digunakan untuk pengolahan data di MATLAB adalah metode thresholding. Metode thresholding digunakan untuk menentukan nilai porositas dari sayatan tipis batuan yang telah diamati dengan mikroskop. Dari nilai porositas yang diperoleh, dapat ditentukan permeabilitas batuan menggunakan persamaan Kozeny-Carman. Dari penelitian pengukuran massa batuan sebelum dan setelah acidizing dengan waktu pengasaman yang divariasikan, didapat hasil peningkatan porositas batuan dari 13,643% menjadi 37,155% setelah dilakukan acidizing selama 200 detik. Untuk penelitian pengamatan sayatan tipis batuan dengan mikroskop, diperoleh peningkatan porositas yaitu dari 0,793% sebelum acidizing menjadi 7,591% setelah acidizing dengan HCl 7,5% dan meningkat lagi menjadi 27,054% setelah acidizing dengan HCl 15%. Untuk perhitungan permeabilitas batuan, diperoleh semakin besar porositas batuan, permeabilitas batuan tersebut juga semakin besar. Dari hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa acidizing dapat memperbesar pori batuan yang menyebabkan porositas batuan meningkat. Peningkatan porositas batuan menyebabkan permeabilitas batuan juga meningkat.