Article Details

DESAIN SISTEM MANAJEMEN TERPADU DARI LEMBAGA SERTIFIKASI – STUDI KASUS: BALAI SERTIFIKASI INDUSTRI (BSI), KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN INDONESIA

Oleh   Maraden Limbong [23418072]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Wisnu Aribowo, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTI - Teknik dan Manajemen Industri
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek :
Kata Kunci : Manajemen Terpadu, Lembaga Sertifikasi, PAS 99, Sistem Business Process Modelling Notation (BPMN)
Sumber :
Staf Input/Edit : Dewi Supryati  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-22 15:31:49

Tesis ini mengintegrasikan empat sistem manajemen dalam lembaga sertifikasi, yaitu sertifikasi produk, sertifikasi sistem manajemen mutu, sertifikasi sistem manajemen lingkungan, dan sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan menjadi satu model konseptual (sistem manajemen terpadu). Empat sistem manajemen menggunakan lima standar (ISO 17065, ISO 17021.1, ISO 17021.2, ISO 17021.3 dan ISO 22003). Model pengembangan terdiri dari 4 tahap. Tahap pertama adalah wawancara ahli. Tenaga ahli terdiri dari enam orang dari internal, CB lain, dan badan akreditasi. Tahap kedua adalah integrasi metode seleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah decisional balance sheet. Tahapan selanjutnya adalah membuat model konseptual dengan menggunakan matriks referensi silang untuk mengecek kesamaannya. Matriks mengadopsi studi berdasarkan PAS 99. Tahap terakhir adalah verifikasi oleh tenaga ahli dan validasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap sertifikasi dari seluruh indonesia Penerapan model kemudian dilakukan di salah satu lembaga sertifikasi di Indonesia, Balai Sertifikasi Industri (BSI) Kementerian Perindustrian, dan membuat model implementasi dan model proses bisnis baru dengan menggunakan BPMN yang berbasis website. Penerapan model ini memberikan usulan sistem manajemen terintegrasi dimana sebelum pelaksanaan hanya dua sistem manajemen sertifikasi produk dan sertifikasi sistem manajemen mutu) dan tidak terintegrasi. Penerapan ini dilakukan dengan cara pengumpulan data sistem manajemen saat ini dan pengecekan gap dengan model konseptual. Selanjutnya, enam tahapan dilakukan sehingga menghasilkan sistem manajemen usulan yang berupa terintegrasi berbentuk dokumen level 1 (manual) dan level 2 (flow proses sertifikasi). Sistem manajemen usulan kemudian diverifikasi dan divalidasi internal. Usulan sistem manajemen terintegrasi memperlihatkan peningkatan indikator kinerja website (kelengkapan informasi, pemenuhan, responsif, dan kontak) dan institusi (jumlah pelanggan, waktu sertifikasi, indeks kepuasan pelanggan, lingkup akreditasi, dan pendapatan) lebih baik dibandingkan dengan yang saat ini.