Article Details

PERBANYAKAN PUCUK ANGGREK DENDROBIUM ANTENNATUM MELALUI METODE KULTUR JARINGAN MENGGUNAKAN BIOREAKTOR FILTER PAPER BRIDGE

Oleh   Vania Bridgitta Sebayang [11216027]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Rizkita Rachmi Esyanti;Dr. Iriawati, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Hayati
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Dendrobium antennatum, kultur jaringan, bioreaktor Filter Paper Bridge, pucuk anggrek
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-22 14:42:57

Indonesia merupakan salah satu negara yang membudidayakan anggrek jenis Dendrobium dan menguasai lebih dari 50% bisnis anggrek. Berkembangnya hibrida dan tipe-tipe baru anggrek mengakibatkan meningkatnya volume ekspor anggrek sebesar 27,92%. Peningkatan permintaan pasar anggrek harus diimbangi dengan sistem produksi pucuk yang efisien. Metode kultur jaringan dapat dijadikan solusi untuk memperbanyak pucuk anggrek yang memiliki sifat sama seperti induknya dalam waktu yang singkat. Penelitian ini bertujuan membandingkan perbanyakan pucuk anggrek Dendrobium antennatum dari tiga sistem berbeda yaitu sistem terendam kontinu (cair), sistem bioreaktor Filter Paper Bridge (FPB) dan sistem Semi-solid Medium (SSM). Media kultur yang digunakan berupa 1,67 g/L VW, 5 ppm hormon BAP, gula 20 g/L dan khusus sistem SSM dilakukan penambahan agar 5,5 g/L. Kultivasi pucuk anggrek dilakukan selama 21 hari. Hasil percobaan menunjukkan pertambahan berat basah dan berat kering terbaik pucuk anggrek yaitu pada sistem FPB (37,41%, 12,78%), sistem cair (11,93%, 8,99%), dan sistem SSM (9,29%, 4,83%). Hal ini juga didukung oleh nilai pertambahan pucuk terbaik diperoleh pada sistem FPB (86,14%), sistem cair (69,77%), dan sistem SSM (68,67%). Laju pertumbuhan anggrek pada sistem FPB, cair, dan SSM berturut-turut sebesar 0,0151 g/hari, 0,0054 g/hari, dan 0,0042 g/hari dengan efisiensi biokonversi masing-masing sebesar 13,77%, 9,95%, dan 5,09%. Analisis neraca massa menunjukkan nilai perolehan tertinggi didapat pada sistem FPB (90,94%), sistem cair (88,33%), dan sistem SSM (86,21%).