Article Details

PRODUKSI BIOMASSA CHLORELLA VULGARIS PADA SISTEM MONOKULTUR DAN KULTUR CAMPURAN DENGAN SCENEDESMUS SP. MENGGUNAKAN VERTICAL TANK REACTOR DAN KEMAMPUANNYA DALAM REDUKSI KADAR NITRAT DAN AMONIUM DARI MEDIUM ADDMW DAN MEDIUM WALNE

Oleh   Abdullah Almasyhur [11216015]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Taufikurahman;Novi Tri Astutiningsih, S.Si., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Hayati
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Chlorella vulgaris, Scenedesmus sp., ADDMW, bioreaktor, kultur campuran
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-22 14:02:21

Mikroalga memiliki kemampuan pertumbuhan yang cepat dan relatif tidak membutuhkan lahan yang luas untuk kultivasinya. Pada penelitian ini dilakukan kultivasi mikroalga Chlorella vulgaris secara monokultur dan dalam kultur campuran dengan Scenedesmus sp. dalam Vertical Tank Reactor skala 20 L pada medium limbah anaerobically digested dairy manure waste (ADDMW), dengan pembanding medium Walne. Pada perlakuan kultur campuran, volume kultur C.vulgaris tiga kali lebih banyak dari volume kultur Scenedesmus sp. (3C:1S). Kultur diamati selama 7 hari. Hasil yang didapat pada penelitian ini berupa laju pertumbuhan spesifik terbesar dihasilkan pada perlakuan C. vulgaris dengan medium Walne sebesar 0,407 hari-1. Persentase reduksi nitrat tertinggi dihasilkan pada kultur campuran dengan medium Walne sebesar 70,3% dan laju reduksi nitrat tertinggi dihasilkan pada perlakuan C.vulgaris dengan medium ADDMW sebesar 0,601 ppm hari-1. Persentase reduksi amonium tertinggi dihasilkan pada kultur campuran dengan medium walne sebesar 67,9% dan laju reduksi amonium dihasilkan pada kultur campuran pada medium walne dengan laju 0,181 ppm hari- 1. Dari hasil yang didapatkan, secara garis besar pemberian medium Walne menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian medium ADDMW. Kondisi monokultur menunjukkan laju spesifik yang lebih besar dibandingkan dengan kultur campuran. Perlu dilakukan optimasi untuk penerapan kultur campuran dan pemberian medium ADDMW. Seperti kultur campuran dilakukan dengan ratio jumlah sel antar spesies dan pre-treatment pada medium ADDMW dilakukan lebih optimal.