Article Details

ANALISIS VARIABILITAS POLA GERAK BERJALAN MENGGUNAKAN PHASE PORTRAIT

Oleh   Gani Lahirin Dewanto [23117030]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Andi Isra Mahyuddin, Ph.D.;Ferryanto, S.T., M.T.;Arif Sugiharto, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTMD - Teknik Mesin
Fakultas : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Subjek :
Kata Kunci : Analisis gait, variabilitas, phase portrait, lansia
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-22 10:30:16

Gerak berjalan adalah gerakan paling mendasar yang dilakukan setiap hari hampir untuk semua mausia. Jika pola gerak berjalan (gait) seseorang tidak teratur maka kemungkinan resiko terjatuh orang tersebut bisa meningkat. Ketidakteraturan gerak berjalan ini dapat dilihat dari variabilitas gait orang tersebut. Variabilitas gait dapat diartikan sebagai variasi normal yang terjadi pada kinerja motor atas gerakan tertentu yang dilakukan dengan beberapa repetisi. Dalam semua sistem biologis, variabilitas menjadi sesuatu yang penting namun tetap dapat diamati dengan cukup jelas. Jika seseorang mengulang suatu gerakan, dua gerakan tersebut tidak mungkin identik. Perbedaan dari gerakan inilah yang dinamakan variabilitas gait. Salah satu metode untuk mengukur variabilitas gait adalah dengan menggunakan phase portrait. Dalam melakukan analisis gait, phase portrait adalah grafik yang menghubungkan antara nilai sudut sendi atau sudut antara 2 segmen dengan kecepatan sudutnya. Nilai rata-rata dari grafik itu dalam satu siklus gait dapat disebut centroid. Pergeseran nilai centroid dari satu siklus atau satu langkah ini ke langkah selanjutnya disebut drift centroid. Nilai drift centroid ini yang dipakai sebagai nilai variabilitas gait yang dianalisis dalam tesis ini. Tesis ini dilakukan pada 11 subjek yang terdiri dari 2 subjek lansia dan 9 subjek normal yang terbagi atas laki-laki dan perempuan. 11 subjek ini berjalan diatas treadmill dengan menggunakan 14 marker aktif yang dipasangkan di tubuh bagian bawah pada kecepatan ternyaman mereka dan direkam dengan menggunakan 4 buah kamera GoPro.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat terlihat bahwa nilai variabilitas gait sesorang pada segmen satu dengan yang lainya dapat berbeda. Selain itu, dapat dilihat juga bahwa nilai variabilitas pada lutut memiliki nilai yang paling kecil dan diikuti dengan sendi pergelangan kaki dan sendi panggul. Pada penelitian ini dapat dilihat juga bahwa nilai variabilitas bertambah seiring dengan bertambahnya usia sesorang. Selain dengan bertambahnya usia, ada beberapa hal yang juga mempengaruhi variabilitas gait sesorang.