Article Details

PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE ANALISIS FORMALDEHID DALAM KRIM KOSMETIK YANG MENGANDUNG FORMALDEHYDE RELEASER

Oleh   Wiwiet Yuniati [20718311]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Apt., Slamet Ibrahim S., DEA. ; Dr. rer.nat. Apt., Sophi Damayanti
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Validasi metode, formaldehid, kromatografi gas, derivatisasi, acidified ethanol.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-17 10:01:45

Senyawa golongan formaldehyde releaser seperti diazolidinyl urea dan imidazolidinyl urea adalah pengawet yang paling banyak digunakan dalam kosmetik. Meskipun komponen ini biasa digunakan dalam produk kosmetik pembersih dan perawatan kulit, tetapi senyawa ini dapat menimbulkan alergi (alergen). Pada tahun 2006 The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan senyawa ini ke dalam grup I sebagai karsinogen terhadap manusia berdasarkan bukti bahwa formaldehid menyebabkan kanker nasofaring dan leukemia myeloid. Oleh karena itu, untuk memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan kualitas kosmetik, khususnya yang menggunakan formaldehyde releaser, diperlukan pengujian terhadap kosmetik yang sudah diedarkan menggunakan metode analisis terkini yang sensitif dan tervalidasi yang mampu mengidentifikasi dan menetapkan secara kuantitatif kadar formaldehid yang dilepaskan dari pengawet yang digunakan dalam krim kosmetik. Metode standar untuk menganalisis kadar formaldehid yang dilepaskan dari pengawet dalam produk krim kosmetik sudah tersedia, namun modifikasi lebih lanjut diperlukan untuk memperbarui kemajuan teknologi dan regulasi. Modifikasi metode analisis menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC MS) dan Gas Chromatography Flame Ionization Detector (GC FID) telah dikembangkan dan divalidasi untuk menentukan kadar formaldehid yang dilepaskan dari pengawet golongan formaldehyde releaser dalam krim kosmetik. Metode analisis dilakukan dengan teknik derivatisasi menggunakan asam paratoluensulfonat dalam etanol. Senyawa formaldehid dalam sampel dan etanol dengan asam paratoluensulfonat sebagai katalis direaksikan menghasilkan senyawa diethoxymethan dengan massa ion m/z 31,0; 59,0 dan 103,0. Pengembangan metode analisis ini menggunakan optimasi metode OFAT (One Factor at a Time) terhadap variabel-variabel sebagai berikut : teknik elusi dan laju alir fase gerak; jenis kolom sebagai fase diam; konsentrasi larutan asam paratoluensulfonat dalam etanol (acidified ethanol) yang digunakan; serta suhu dan waktu inkubasi yang menghasilkan respon puncak yang optimal dan memenuhi syarat keberterimaan. Hasil optimasi pada teknik elusi dan laju alir memberikan respon puncak optimal dengan program suhu awal 34 o C selama 15 menit, dilanjutkan dengan kenaikan 40 o C/menit sampai mencapai suhu 220 o C dan ditahan selama 5 menit. Laju alir dibuat tetap pada 0,8 mL/menit. Optimasi jenis kolom (fase diam) yang digunakan yaitu kolom kapiler non polar 1MS, 5MS dan kolom polar Wax (polyetilenglicol 100%) dengan panjang kolom 30 m, diameter internal 0,25 µm dan ketebalan film 0,25 µm menunjukkan bahwa pada kolom nonpolar 1MS dan 5MS menghasilkan respon puncak dengan tailing factor (Tf) yang lebih besar dari 1,4 karena terdapat puncak lain yang tidak terpisah sedangkan pada kolom polar wax menghasilkan respon puncak dengan Tf yang memenuhi syarat yaitu 0,975; dan faktor kapasitas 0,7 sehingga pada proses optimasi selanjutnya digunakan kolom wax dengan ketebalan film 0,5 µm supaya mendapatkan nilai faktor kapasitas 1