Article Details

ESTIMASI KERENTANAN SEISMIK BERDASARKAN ANALISIS KURVA HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR) DATA MIKROTREMOR DI KOTA TASIKMALAYA

Oleh   Edward Nicolash [12316007]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Tedi Yudistira, S.Si., M.Si.;;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Geofisika - FTTM
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek :
Kata Kunci : amplifikasi, frekuensi dominan, kecepatan gelombang geser, Kota Tasikmalaya, mikrotremor, ????????30
Sumber :
Staf Input/Edit : Devi Septia Nurul  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-05 10:43:54

Pada 15 Desember 2017 terjadi gempa bumi dengan episenter gempa terletak di Kabupaten Tasikmalaya menghasilkan magnitudo sebesar 6,9. Akibat dari gempa tersebut Kota Tasikmalaya mengalami kerusakan ribuan bangunan dan dua korban jiwa. Sebagai upaya mitigasi bencana gempabumi diperlukan pemetaan daerah di Kota Tasikmalaya yang rawan ketika terjadi gempa bumi. Secara geologi Kota Tasikmalaya tersusun dari endapan alluvium dan endapan hasil gunung api yang terkonsolidasi lemah. Hal ini menyebabkan faktor amplifikasi energi gelombang meningkat ketika terjadi gempa bumi. Pengamatan mikrotermor dapat digunakan untuk menganalisis kerentanan seismik di Kota Tasikmalaya. Dilakukan pengamatan mikrotremor menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) dengan menganalisis kurva HVSR yang bervariasi terhadap frekuensi dari data mikrotremor. Berdasarkan hasil pengolahan, diperoleh nilai frekuensi dominan di Kota Tasikmalaya pada rentang 1,23 hingga 6,12 Hz dan nilai amplifikasi pada rentang 2,3 hingga 5,51. Nilai frekuensi dominan yang relatif rendah dan amplifikasi yang relatif tinggi pada beberapa wilayah mengindikasikan peningkatan goncangan tanah ketika terjadi gempa. Inversi kurva HVSR dilakukan menggunakan metode Neighborhood Algorithm untuk memperoleh model bawah permukaan berdasarkan nilai kecepatan gelombang geser (????????). Dari hasil inversi diperoleh nilai kecepatan gelombang geser pada rentang 315 – 3000 m/s yang nilainya meningkat seiring bertambahnya kedalaman. Nilai kecepatan gelombang geser rata – rata hingga kedalaman 30 meter (????????30) dipetakan untuk mengetahui sebaran jenis tanahnya. Diperoleh sebaran nilai ????????30 pada rentang 350 – 750 m/s sehingga klasifikasi tanah berdasarkan standar SNI 1726:2012 merupakan jenis tanah keras (SC). Dari hasil penelitian ini diperoleh daerah di Kota Tasikmalaya yang rentan ketika terjadi gempa bumi, yaitu Kecamatan Purbaratu bagian timur, Kecamatan Cibereum bagian timur, Kecamatan Kawalu bagian timur laut, dan Kecamatan Tamansari bagian barat laut