Article Details

PENGARUH LIGAN DAN PH 2- PADA TITRASI REDOKS FE2+ - CR2O7

Oleh   Winda Amelia [90516008]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Buchari;Dr. Ria Sri Rahayu, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FMIPA - Pengajaran Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : kompleksasi, pH, potensial redoks, titrasi redoks Fe2+ - Cr2O72-
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 2020-11-02 09:51:16

Reaksi redoks Fe2+ - Cr2O72- merupakan salah satu sistem redoks yang menarik untuk dikaji. Disamping penting bagi keperluan analisis, juga banyak dimanfaatkan untuk pengolahan limbah industri. Reaksi redoks Fe2+ - Cr2O72- tersebut hanya dapat berlangsung pada suasana asam akibat modifikasi potensial redoks oleh pH larutan. Peningkatan pH larutan untuk sistem redoks tersebut menyebabkan terjadinya ketidakspontan reaksi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kespontanan reaksi redoks Fe2+ - Cr2O72- yang dipengaruhi oleh pH. Salah satu upaya untuk meningkatkan kespontanan reaksi redoks dapat dilakukan dengan penambahan ligan tertentu. Kehadiran ligan yang sesuai dapat memodifikasi potensial reduksi ion logam dari keadaan bebasnya sehingga reaksi redoks dapat berlangsung. Ligan yang digunakan untuk sistem redoks Fe2+ - Cr2O72- meliputi EDTA dan SCN- karena membentuk kompleks yang lebih stabil dengan Fe(III) dibandingkan dengan Fe(II) sehingga memungkinkan reaksi bergeser ke arah produk. Kisaran pH larutan untuk titrasi redoks Fe2+ - Cr2O72- dengan kehadiran ligan harus dipertimbangkan karena kemungkinan terjadinya pengendapan serta berpengaruh terhadap kestabilan pembentukan kompleks. Namun demikian, situasi tersebut tidak sederhana karena di dalam larutan terdapat kombinasi kompleks seperti MHiL atau MOHjLi. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh ligan dan pH pada reaksi redoks Fe2+ - Cr2O72-. Penelitian ini menggunakan metode titrasi potensiometri dengan melibatkan elektroda Ag/AgCl buatan sebagai elektroda pembanding serta kawat platina sebagai elektroda kerja. Karakterisasi elektroda Ag/AgCl buatan dilakukan dengan dua metode yaitu secara voltammetri dan potensiometri. Elektroda Ag/AgCl buatan cukup baik digunakan dalam pengukuran diketahui dari hasil uji t bagi pengamatan berpasangan dengan nilai thitung (1,359)