Article Details

IDENTIFIKASI DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN REKAYASA LALU LINTAS, PSBB, DAN AKB TERHADAP PERDAGANGAN DAN JASA (STUDI KASUS : KAWASAN SUKAJADI)

Oleh   Firari Giannindra [15416230]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Sugiyantoro, MIP;Fika Novitasari, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : dampak ekonomi, kawasan perdagangan dan jasa, aktivitas perdagangan dan jasa
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 2020-10-01 09:44:59

Kawasan Sukajadi didominasi oleh guna lahan perdagangan dan jasa dan merupakan salah satu aksesibilitas menuju kawasan pariwisata di Bandung Utara dan termasuk ke dalam salah satu titik kemacetan Kota Bandung. Pada Juli 2019 dilakukan penerapan kebijakan rekayasa lalu lintas Penerapan kebijakan rekayasa lalu lintas ini diasumsikan berpengaruh pada aktivitas perdagangan dan jasa di kawasan tersebut. Pada Maret 2020 terjadi pandemi global covid-19, sehingga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diterapkan. Kebijakan tersebut membatasi aktivitas ekonomi yang tetunya berpengaruh pada kegiatan perdangan dan jasa. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengidentifikasi dampak penerapan kebijakan rekayasa lalu lintas, PSBB, dan AKB terhadap kegiatan perdagangan dan jasa di Kawasan Sukajadi. Objek penelitian ini adalah pelaku perdagangan dan jasa yang berada di koridor utama Kawasan Sukajadi, yaitu Jalan Sukajadi, Jalan Dr. Setiabudi, Jalan Cipaganti, dan Jalan Cihampelas. Metode pengumpulan data yang dilakukan ada dengan observasi, kuesioner, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, analisis inferensial non-parametrik, dan analisis spasial. Berdasarkan hasil kajian, dari penerapan ketiga kebijakan tersebut, penerapan kebijakan PSBB merupakan kebijakan yang memberikan dampak paling besar terhadap kawasan tersebut. Dan pelaku perdagangan dan jasa yang paling terdampak adalah pelaku perdagangan dan jasa yang berada di zona 1 Jalan Sukajadi dengan sub kegiatan toko.