Article Details

PENENTUAN INTERVAL INSPEKSI STRUKTUR ANJUNGAN LEPAS PANTAI DENGAN METODE RISK RELIABILITY BASED UNDERWATER INSPECTION (RREBUI)

Oleh   Fajrin Falahi [25517008]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Paramashanti, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Teknik Kelautan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : anjungan lepas pantai, risk reliability, FORM II, underwater inspection
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-30 19:49:35

Pemeriksaan struktur anjungan lepas pantai di Indonesia selama ini menggunakan sistem TBI (time based inpsection). Hanya saja, pemeriksaan berkala anjungan lepas pantai berdasarkan waktu memiliki kelemahan karena tidak membedakan waktu dan lingkup pemeriksaan yang dilakukan terhadap anjungan lepas pantai, baik itu struktur lama ataupun baru, yang disesuaikan dengan karakteristik anjungan lepas pantai tersebut dan tidak memperhitungkan faktor keacakan baik itu dari kapasitas struktur ataupun beban. Pada penelitian ini dilakukan metode risk reliability based underwater inspection (RReBUI) sebagai alternatif metoda dalam penentuan inspeksi pada struktur anjungan lepas pantai tipe tetap (fixed platform) di Laut Natuna dimana risiko didefinisikan sebagai perkalian antara kemungkinan kegagalan (probability of failure / PoF) dengan faktor konsekuensi kegagalan (consequence of failure / CoF). Perhitugan PoF dilakukan dengan cara kuantitatif berdasarkan moda kegagalan collapse dan fatigue structure dengan variabel tinggi dan periode gelombang sebagai parameter acak dengan menggunakan analisis reliabilitas metode First Order Reliability Moment II (FORM II). Sedangkan CoF dan waktu inspeksi akan mengacu kepada standar API RP-2SIM. Hasil dari studi kasus yang dilakukan terhadap struktur anjungan lepas pantai tipe tetap dengan jumlah kaki 8 di Laut Natuna didapatkan bahwa pada risiko global yang didasarkan pada moda kegagalan collapse mendapatkan nilai ranking risiko medium, dengan nilai PoF 1 dan CoF sebesar 5 sehingga interval inspeksi survey level I dan II secara berturut-turut adalah 1 tahun dan 4 tahun. Sedangkan pada penilaian risiko lokal yang didasarkan pada moda kegagalan fatigue didapatkan nilai risiko medium pada vertical bracing dan high pada leg dengan interval inspeksi pada joint tersebut yaitu 6 tahun dan 12 tahun secara berurutan.