Article Details

UJI EFEK ANTIHIPERTENSI TUMPANG AIR (PEPEROMIA PELLUCIDA (L.) KUNTH), SELADA AIR (NASTURTIUM OFFICINALE R. BR) DAN KOMBINASINYA TERHADAP TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI DEKSAMETASON

Oleh   Salsabila Nur Anzani [10716098]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Afrillia Nuryanti Garmana, S.Si., Apt., M.Si.; Prof. Dr. apt. I Ketut Adnyana, M.Si.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : hipertensi, deksametason, Nasturtium officinale R. Br, Peperomia pellucida (L.) Kunth
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-30 10:47:15

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling banyak terjadi di Indonesia. Selain obat konvensional, obat bahan alam dapat menjadi alternatif pengobatan hipertensi. Tanaman tumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dan selada air (Nasturtium officinale R. Br) digunakan secara tradisional untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kedua tanaman dapat menginhibisi Angiotensin Converting Enzyme (ACE). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi kedua tanaman tersebut terhadap tekanan darah tikus Wistar jantan yang diinduksi deksametason. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan instrumen non-invasif CODA® tail-cuff blood pressure system pada sebelum induksi, sesudah induksi, dan selama pemberian terapi hingga hari ke-5. Tekanan darah sistolik (TDS) kelompok tumpang air 30 mg/kg bb dan kombinasi dosis ½:½ mengalami penurunan yang signifikan (p0,05). Konsentrat jus tumpang air 30 mg/kg bb, konsentrat jus selada air 45 mg/kg bb beserta kombinasinya terbukti memiliki aktivitas antihipertensi secara in-vivo.