Article Details

FORMULASI SEDIAAN KRIM DENGAN PEMBENTUKAN LIQUID CRYSTAL SERTA KAJIAN PUSTAKA KARAKTERISASI DAN PEMANFAATAN LIQUID CRYSTAL DALAM KRIM KAFEIN SEBAGAI ANTISELULIT

Oleh   Sheila Anggraeni [10716042]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Lucy Dewi Nurhajati Sasongko, M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : liquid crystal, kafein, antiselulit, gliseril monooleat
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-30 10:30:21

Selulit merupakan masalah pada kulit karena retensi cairan yang rendah dan pembengkakan sel adiposit karena akumulasi jaringan lemak. Kafein memiliki aktivitas antiselulit dengan menginduksi lipolisis adiposit. Liquid crystal (LC) dapat digunakan sebagai pembawa kafein dalam sediaan topikal karena sifatnya yang ampifilik membantu kafein melewati stratum korneum sebagai pelindung kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat sistem LC untuk dimanfaatkan sebagai krim antiselulit dengan zat aktif kafein. Basis krim dibuat dari sistem LC gliseril monooleat (GMO)/air kemudian dilakukan karakterisasi LC menggunakan polarized light microscopy (PLM). Kajian pustaka dilakukan untuk mengetahui penggunaan LC dalam formulasi sediaan topikal, metode karakterisasi LC, dan aktivitas kafein sebagai antiselulit dalam sediaan topikal. Penelusuran pustaka dilakukan menggunakan situs pencarian PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci (liquid crystal) AND (topical formulation); (liquid crystal) AND (characterization); dan (((anticellulite) OR (anti cellulite) OR (anti-cellulite)) AND (caffeine)). Dari penelitian, formula yang dibuat menggunakan GMO, lanolin, soft paraffin, asam oleat, propilen glikol, gliserin, metil paraben, propil paraben, ?- tokoferol, dan akuades. Fase LC yang terbentuk yaitu fase kubik, lamelar, dan heksagonal pada berbagai perbandingan konsentrasi GMO/air. Berdasarkan kajian pustaka, penggunaan LC pada sediaan topikal dapat meningkatkan permeasi, pelepasan, dan penetrasi obat. LC dapat dikarakterisasi menggunakan PLM, small angle x-ray scattering (SAXS), differential scanning calorimetry (DSC), dan rheometer. Kafein terbukti memiliki aktivitas antiselulit melalui pengujian in vitro, ex vivo, in vivo, dan uji klinis. Modifikasi pembawa kafein menunjukkan peningkatan aktivitas antiselulitnya. Pemanfaatan LC dengan sistem GMO/air dalam sediaan krim kafein diduga mempunyai potensi untuk meningkatkan aktivitas antiselulit.