Article Details

ESTIMASI MODEL TEKANAN PORI TERINTEGRASI STUDI KASUS : SUB-CEKUNGAN JAMBI, SUMATRA SELATAN

Oleh   Ahmad Farhan Farabi A [22318010]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ignatius Sonny Winardhie, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTTM - Teknik Geofisika
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek :
Kata Kunci : tekanan pori, metode Kan & Swan, multiatribut, mekanisme pembebanan.
Sumber :
Staf Input/Edit : Devi Septia Nurul  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-30 09:20:10

Estimasi tekanan pori sangat diperlukan dalam pengeboran sumur untuk keperluan keamanan dan juga menjadi metode yang sangat efektif untuk mengatasi kecelakaan dalam pengeboran. Penentuan tekanan luap menjadi landasan utama dalam evaluasi untuk meminimalisir waktu non-produktif (NPT). Tujuan dari penelitian ini yaitu dengan melakukan integrasi model tekanan pori dengan data sumur dan data kecepatan seismik untuk keperluan evaluasi dalam ranah vertikal maupun kemenerusan secara lateral. Model untuk estimasi tekanan pori dilakukan dengan 3 metode yaitu metode Eaton, Yan & Han dan Kan & Swan pada daerah penelitian khususnya di Sub-Cekungan Jambi, Sumatra Selatan. Metode Kan & Swan menunjukan hasil yang akurat pada estimasi di frekuensi tinggi yang telah tervalidasi juga oleh data dari tester formasi dengan parameter C1 = 0.001 dan C2 = 0.0003 di Jambi Sub-basin. Data kecepatan untuk membangun model tekanan pori 3D pun dilakukan validasi dengan data sumur menggunakan analisa multiatribut. Analisa multiatribut disini menggunakan 2 algoritma yaitu step-wise regression dan probabilistic neural network (PNN). Hasil analisa multiatribut didapat bahwa PNN memiliki nilai korelasi yang paling optimal dengan korelasi sebesar 0.96 dan rata-rata error 154.99 dibandingkan dengan step-wise regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa zona tekanan luap mulai terlihat pada 1700 – 2400 meter disekitar interval Formasi Gumai yang menghasilkan tekanan hingga 6500 psi atau setara dengan gradien 0.8 psi/ft pada zona tekanan luapnya. Tekanan luap yang mendominasi pada Formasi Guami – Talang Akar disebabkan oleh mekanisme pembebanan karna memiliki fasa transgresi yang didominasi oleh sekuen serpih yang tebal sehingga kecepatan sedimentasi lebih cepat dibandingkan batuan mengeluarkan fluida pada umur akhir Oligocen – Awal Miocen.