Article Details

RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) TERHADAP PERBEDAAN LAMA PENCAHAYAAN PADA SISTEM AEROPONIK

Oleh   Nia Puspita Anggraini [11416053]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Sri Nanan B. Widiyanto, Ph.D.;Dr. Ir. Eri Mustari, M.P.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Pertanian
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : aeroponik, lama pencahayaan, selada var. keriting hijau, selada var. romaine.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-29 16:44:07

Generic placeholder image
ABSTRAK Nia Puspita Anggraini

Terbatas
» ITB


Salah satu sayuran yang cukup potensial dikembangkan di daerah Jawa Barat yaitu tanaman selada yang biasa dikonsumsi sebagai salad/lalapan. Seiring dengan perkembangan teknologi, diperlukan sistem budidaya yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sayuran salah satunya dengan aeroponik. Aeroponik merupakan teknik budidaya dengan menyuplai air dan nutrisi berupa kabut yang disemprotkan kepada akar-akar tanaman. Pemberian perlakuan lama pencahayaan/fotoperiodisme dapat dilakukan dengan memanipulasi panjang hari pencahayaan menggunakan lampu TL 36 watt. Dalam sistem aeroponik perlu adanya evaluasi mengenai lama pencahayaan yang dibutuhkan tanaman agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lamanya periode pencahayaan terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa. L) var. Romaine dan var. Keriting Hijau yang dibudidayakan pada sistem aeroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan yaitu lama pencahayaan 12 jam dan 20 jam pada perbedaan varietas selada Romaine dan selada Keriting Hijau. Tanaman disemai selama 14 hari dan dipindahkan ke dalam instalasi aeroponik selama 30 hari. Parameter yang diamati dalam proses pertumbuhan tanaman selada yaitu jumlah daun, tinggi batang, panjang akar, bobot basah tajuk, dan bobot kering tajuk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas Saphiro-Wilk, dilanjutkan dengan menggunakan analisis ANOVA dan uji lanjut DMRT dengan taraf nyata 5% untuk menentukan perbedaan nyata antar perlakuan dengan variabel. Lama pencahayaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Energi cahaya digunakan tanaman untuk proses fotosintesis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa respon tanaman selada var. Romaine terhadap pemberian lama pencahayaan 20 jam menghasilkan jumlah daun cenderung terbanyak sebesar 14,4 helai, tinggi batang cenderung terbaik sebesar 16,30 cm, dan bobot basah tajuk cenderung terberat sebesar 43,15 g. Sedangkan respon tanaman selada var. Keriting Hijau terhadap pemberian lama pencahayaan 20 jam menghasilkan panjang akar cenderung terpanjang sebesar 61,62 cm dan bobot kering tajuk cenderung terberat sebesar 2,20 g, serta respon tanaman selada var. Romaine dan var. Keriting Hijau terhadap pemberian lama pencahayaan 12 jam menyebabkan pertumbuhan tinggi batang yang mengalami etiolasi.